Time Traveller: The Girl Who Leapt Through Time

Belum lama ini saya memang sengaja buat ngeborong beli DVD buat ngisi kepenatan setelah UAS selama lebih dari seminggu. Saya memutuskan untuk membeli beberapa film yang salah satunya akan saya bahas dalam posting-an ini.

Film jepang ini berjudul Time Traveler: The Girl Who Leapt Through Time. Kenapa saya tertarik untuk nonton film ini, awalnya sih karena saya memang lagi ‘kegandrungan’ sama film yang bertema atau menceritakan seseorang yang bisa menembus waktu atau masa lampau (setelah sebelumnya nonton The Time Traveler’s Wife dan Time Machine).

Cerita film ini diawali dengan adegan seorang wanita yang berada didalam laboraturium sedang melakukan eksperimennya. Yang diketahui bernama Kazuko Yoshiyama, ibu dari tokoh utama yang akan berpetualang menembus waktu. Sang ibu mengalami kecelakaan sesaat setelah ia menerima sebuah amplop yang berisikan foto dirinya saat masih duduk di bangku sekolah dengan seorang laki-laki yang bernama Kazuo Fakamachi, berdiri  disampingnya. Ternyata foto tersebut mengingatkannya pada masa lalunya dan sang ibu mengutus anaknya, Asaki Yoshiyama untuk menjelajah waktu ke masa lalu tepatnya April 1972 menemui orang yang ada di foto tersebut untuk menagih sebuah janji. Dengan sebuah air yang diambilnya dari laci yang letaknya di lab ibunya tersebut akhirnya asaki menjelajah waktu ke masa lampau namun sayangnya Asaki salah menyebutkan tahun yang harusnya ia datangi. Akhirnya karena keteledorannya itu ia berada di tahun 1974, 2 tahun lebih lama dari tahun yang seharusnya ia ‘kunjungi’.

Orang yang pertama ia temui adalah seorang sutradara amatir yang baru merintis karirnya bernama Kyota Mizorok disebuah lab. Asaki menjelaskan pada Kyota jika ia adalah manusia yang berasal dari masa depan yakni tahun 2010. Setelah ditunjukan berbagai benda khas masa depan seperti handphone, kamera, dan lain-lain akhirnya  Kyota mempercayai apa yang dikatakan Asaki. Selama Asaki ‘berkunjung’ untuk menyelesaikan misinya, ia tinggal di apartemen milik kyota. Kyota sangat membantu Asaki dalam misinya untuk bertemu dengan Kazuo Fakamachi. Dan memberikan saran untuk memasang iklan di surat kabar untuk menemukan Kazuo. Dari seringnya mereka berinteraksi dan curhat inilah mereka menyukai satu sama lain (walaupun secara tersirat). Dalam ‘kunjungannya’ ini pula, Asaki akhirnya bisa melihat dan mengetahui bagaimana sosok ayahnya bernama Masamichi Hasegawa yang mempunyai nama samaran Gogetsu (teman dari Kyota) yang sudah meninggalkan ia dan ibunya saat Asaki berumur masih sangat kecil.

Cerita berlanjut pada tanggal 3 Maret 1974, inilah batas waktu Asaki untuk menemukan Kazuo. Dan ternyata orang yang selama ini ada di foto bersama ibunya dan sedang ia cari adalah orang dari masa depan juga bernama Ken Sagono, tepannya dari tahun 2689. Dahulu ia tidak sengaja untuk menjelajah waktu ke masa lalu dan disana ia bertemu ibu Asaki dan jatuh cinta. Namun Ken menyadari bahwa hal itu tidak mungkin terjadi makanya sebelum ia kembali ke masa depan ia menghapus semua ingatan yang ia dan ibu Asaki lewati berdua.

Asaki menyadari jika ia mencintai Kyota, roleh karena itu sebelum pulang ke masa depan ia meminta waktu sedikit untuk bertemu Kyota yang saat itu harus pergi ke tempat asalnya karena ayahnya sedang sakit keras. Tragisnya Bus yang Kyota naiki itu adalah bus yang selama ini selalu di dengar dan menjadi bus sejarah yang menewaskan 38 orang didalamnya termasuk Kyota (Asaki menyaksikan berita tersbeut pada tahun 2010 sebelum ia ‘berkunjung’ ke tahun 1974). Namun apa daya sejarah tidak dapat diubah, sekeras apapun Asaki mencegah agar Kyota tidak menaiki bus tersebut hal ini mustahil.

Akhirnya Ken menghapus semua ingatan Asaki di tahun 1974 dan kembali ke tahun 2010 melanjuti hidupnya yang normal. Ingatannya tentang Kyota dan hal-hal yang ia lewati di masa lalu mungkin dapat dihapus, namun kenangan didalam hati tidak mungkin bisa dihilangkan. Itu yang diperlihatkan Asaki saat ia menonton film yang dibuat Kyota (yang sengaja diberikan kepada Asaki sebelum ia pergi).

~Untuk seseorang yang dapat melihat pohon cherry di masa depan~

trailer dari film ini:

-SS-

Advertisements

5 Permainan Klasik Anak Indonesia

setelah memposting ‘DERITA’ anak-anak tetangga yang susah nyari lapangan untuk bermain bola, saya tidak sengaja membuka sebuah artikel dari internet (di artikel aslinya sebenarnya ada 10 permainan, tapi saya mengambil permainana yang dulu sering saya mainkan saja) yang membahas berbagai macam permainan anak-anak jaman saya kecil dulu. duh, jadi kangen deh mau main permainan ini lagi….. Permainan – permainan klasik dari Indonesia ini mungkin akan mengingatkan pada masa – masa kecil anda yang manis, permainan yang banyak melibatkan kegiatan fisik ini sekarang sudah sangat jarang dimainkan anak jaman sekarang, tergantikan dengan PS, Game Onilne dan Aktifitas digital lainny yuk disimak artikelnya kali aja mengingatkan kalian sama masa anak-anak kalian.

Berikut 5 permainan klasik khas Indonesia… Selamat bernostalgia….

1. Permainan Benteng

adalah permainan yang dimainkan oleh dua grup, masing – masing terdiri dari 4 sampai dengan 8 orang. Masing – masing grup memilih suatu tempat sebagai markas, biasanya sebuah tiang, batu atau pilar sebagai ‘benteng’.

Tujuan utama permainan ini adalah untuk menyerang dan mengambil alih ‘benteng’ lawan dengan menyentuh tiang atau pilar yang telah dipilih oleh lawan dan meneriakkan kata benteng. Kemenangan juga bisa diraih dengan ‘menawan’ seluruh anggota lawan dengan menyentuh tubuh mereka. Untuk menentukan siapa yang berhak menjadi ‘penawan’ dan yang ‘tertawan’ ditentukan dari waktu terakhir saat si ‘penawan’ atau ‘tertawan’ menyentuh ‘benteng’ mereka masing – masing.

2. Congklak

Congklak adalah suatu permainan tradisional yang dikenal dengan berbagai macam nama di seluruh Indonesia. Biasanya dalam permainan, sejenis cangkang kerang digunakan sebagai biji congklak dan jika tidak ada, kadangkala digunakan juga biji-bijian dari tumbuh-tumbuhan.

Permainan congklak dilakukan oleh dua orang. Dalam permainan mereka menggunakan papan yang dinamakan papan congklak dan 98 (14 x 7) buah biji yang dinamakan biji congklak atau buah congklak. Umumnya papan congklak terbuat dari kayu dan plastik, sedangkan bijinya terbuat dari cangkang kerang, biji-bijian, batu-batuan, kelereng atau plastik. Pada papan congklak terdapat 16 buah lobang yang terdiri atas 14 lobang kecil yang saling berhadapan dan 2 lobang besar di kedua sisinya. Setiap 7 lobang kecil di sisi pemain dan lobang besar di sisi kananya dianggap sebagai milik sang pemain.

Pada awal permainan setiap lobang kecil diisi dengan tujuh buah biji. Dua orang pemain yang berhadapan, salah seorang yang memulai dapat memilih lobang yang akan diambil dan meletakkan satu ke lobang di sebelah kanannya dan seterusnya. Bila biji habis di lobang kecil yang berisi biji lainnya, ia dapat mengambil biji-biji tersebut dan melanjutkan mengisi, bisa habis di lobang besar miliknya maka ia dapat melanjutkan dengan memilih lobang kecil di sisinya. bila habis di lubang kecil di sisinya maka ia berhenti dan mengambil seluruh biji di sisi yang berhadapan. Tetapi bila berhenti di lobang kosong di sisi lawan maka ia berhenti dan tidak mendapatkan apa-apa.

Permainan dianggap selesai bila sudah tidak ada biji lagi yang dapat dimabil (seluruh biji ada di lobang besar kedua pemain). Pemenangnya adalah yang mendapatkan biji terbanyak.

3. Petak Umpet

Dimulai dengan Hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi “kucing” (berperan sebagai pencari teman-temannya yang bersembunyi). Si kucing ini nantinya akan memejamkan mata atau berbalik sambil berhitung sampai 25, biasanya dia menghadap tembok, pohon atau apasaja supaya dia tidak melihat teman-temannya bergerak untuk bersembunyi. Setelah hitungan sepuluh, mulailah ia beraksi mencari teman-temannya tersebut.

Jika ia menemukan temannya, ia akan menyebut nama temannya yang dia temukan tersebut. Yang seru adalah, ketika ia mencari ia biasanya harus meninggalkan tempatnya (base?). Tempat tersebut jika disentuh oleh teman lainnya yang bersembunyi maka batallah semua teman-teman yang ditemukan, artinya ia harus mengulang lagi, di mana-teman-teman yang sudah ketemu dibebaskan dan akan bersembunyi lagi. Lalu si kucing akan menghitung dan mencari lagi.

Permainan selesai setelah semua teman ditemukan. Dan yang pertama ditemukanlah yang menjadi kucing berikutnya.
Ada satu istilah lagi dalam permainan ini, yaitu ‘kebakaran’ yang dimaksud di sini adalah bila teman kucing yang bersembunyi ketahuan oleh si kucing disebabkan diberitahu oleh teman kucing yang telah ditemukan lebih dulu dari persembunyiannya.

4. Gasing

Gasing adalah mainan yang bisa berputar pada poros dan berkesetimbangan pada suatu titik. Gasing merupakan mainan tertua yang ditemukan di berbagai situs arkeologi dan masih bisa dikenali. Selain merupakan mainan anak-anak dan orang dewasa, gasing juga digunakan untuk berjudi dan ramalan nasib.

Sebagian besar gasing dibuat dari kayu, walaupun sering dibuat dari plastik, atau bahan-bahan lain. Kayu diukir dan dibentuk hingga menjadi bagian badan gasing. Tali gasing umumnya dibuat dari nilon, sedangkan tali gasing tradisional dibuat dari kulit pohon. Panjang tali gasing berbeda-beda bergantung pada panjang lengan orang yang memainkan.

5. Kasti

Kasti atau Gebokan merupakan sejenis olahraga bola. Permainan yang dilakukan 2 kelompok ini menggunakan bola tenis sebagai alat untuk menembak lawan dan tumpukan batu untuk disusun. Siapapun yang berhasil menumpuk batu tersebut dengan cepat tanpa terkena pukulan bola adalah kelompok yang memenangkan permainan. Pada awal permainan, ditentukan dahulu kelompok mana yang akan menjadi penjaga awal dan kelompok yang dikejar dengan suit. Kelompok yang menjadi penjaga harus segera menangkap bola secepatnya setelah tumpukan batu rubuh oleh kelompok yang dikejar. Apabila bola berhasil menyentuh lawan, maka kelompok yang anggotanya tersentuh bola menjadi penjaga tumpukan batu. Kerjasama antaranggota kelompok sangat dibutuhkan seperti halnya olahraga softball atau baseball.

(Sumber : http://www.beritaunik.net)

Impian Mereka Punya Lapangan untuk Bermain Bola

hari minggu di jam sore seperti ini pasti terganggu sama berisiknya anak-anak tetangga yang lagi main bola. padahal rumah saya ga bersebelahan di lapangan bola nan luas atau lapangan apapun yang ideal untuk bermain anak-anak ini…. ya, anak-anak ini bermain di tengah jalan tempat berseliweran (maaf, kalo kata-katanya susah untuk dicerna..) kendaraan bermotor. bahaya? PASTILAH iya. tapi kayanya anak-anak ini ga mikirin tuh. malah mereka asyik bermain ketawa-ketiwi, teriak-teriakan saat salah satu temannya memasukan bola ke gawang lawan layaknya pemain bola profesional mereka berpelukan merayakan gol kemenangan (oke, kalimat terakhir saya terlalu berlebihan..!). 

saya melihat permainan anak-anak ini sambil duduk di depan teras rumah dengan laptop kesayangan saya. kadang lucu juga melihat tingkah dan pola mereka yang masih lugu. sebentar ketawa eh sebentar lagi beranten gara-gara salah satu temannya dijatuhkan oleh tim lawan. duh.. duh… jangan sampe rusuh ya adik-adik. saya sih enjoy aja sama kegiatan yang mereka lakukan toh berolahraga sehat kan?? tapi mama saya agak terganggu sama anak-anak ini, selain mengganggu karena teriakan mereka, kadang bola yang mereka mainkan suka masuk ke daerah rumah saya yang bersebelahan dengan jalanan yang dijadikan mereka sebagai ‘lapangan’. untuk mengambil bola, anak-anak itu naik ke atas pagar rumah kami yang memang tidak terlalu tinggi dan masih terjangkau untuk mereka naiki. tapi bukannya itu ga sopan ya? (duuh, adik-adik seusia mereka kan lagi bandel-bandelnya). mama suka teriak-teriakan kalo mereka udah naik ke atas pagar rumah. niat mama marah-marah ke mereka bagus sih, supaya mereka jangan naik-naik pagar (kalo jatuh dan celaka, bisa-bisa mama yang disalahin orang tua mereka). akhirnya  saya coba berbicara sama anak-anak itu kalo mau mengambil bola jangan naik ke atas pagar rumah tapi lewat pintu rumah biar sopan. awal-awalnya sih mereka masih aja manjat pagar rumah saya tapi setelah (LAGI-LAGI) diingatkan untuk lewat pintu mereka sekarang jadi lebih nurut tuuh…

sebenarnya saya kasian dan prihatin sekali sama anak-anak ini, siapa yang ga prihatin coba untuk bermain bola dan lain-lain yang diharuskan mereka lakukan di lapangan, mereka terpaksa melakukannya dijalanan umum. ya terpaksa, sebab mereka tidak punya pilihan atau alternatif tempat untuk bermain. kalau dulu saya bisa bebas berlarian dan bermain ini itu bersama teman-teman saya dilapangan mulai dari bermain bola (iya, beneran, serius! temen-temen saya kebanyakan cowok dulu), main benteng, galaksin, petak umpet, dll yang membutuhkan tenaga dan kecepatan lari (DULU GUE MASIH BISA LARI, PUAS PUAS??). oke cukup ngebahas masa kecil saya. balik ke nasib anak-anak ini,  coba liat anak-anak sekarang buat nyari lapangan yang  ukuran 2×3 m aja susah (sereem amat yak ukurannya) apalagi buat punya lapangan bermain yang luas dan dengan fasilitas yang memadai (masih mimpi). kana kiri isinya kontrakan 10 pintu atau rumah yang menjulang 2 atau 3 lantai. di daerah rumah juga udah ga ada lapangan ‘ngangur’ lagi. ada tanah kosong tapi dijadikan lahan parkir oleh yang punya. kasian sekali nasib adik-adik ini yah… eh iya saya iseng tanya ke mereka, kamu mau ga dibuatin lapangan bola biar main bolanya ga dijalanan seperti ini??? mereka kompak menjawab MAAAUUUUU…. saya senyum liat mereka semangat gitu. tapi pikiran saya langsung terhenti, saya coba bicara dalam hati, “eh, tunggu-tunggu siapa yg mau ngerelain tanahnya buat bikin lapangan anak-anak dijaman yang egois ini???” *NGEK!*. ternyata saya memberikan harapan yang palsu sama adik-adik ini….

ayo siapa yang mau membagikan dan menyumbangkan lahan untuk fasilitas mereka bermain?????? *sembahsujud*

-SS-

Menyadur VS Plagiat

beberapa hari yang lalu saya mengikuti Ujian Akhir Semester untuk Mata Kuliah Penulisan Artikel Ilmiah (ga pernah ada kuliah / bahas materi setelah selesai UTS sampai menjelang UAS) yang membuat kami panik — saya bersama 3 orang teman, jangan kaget ya mata kuliah ini emang cuma diikuti oleh 7 orang saja. materi untuk pembelajaran pun ga ada dan nge-blank sama sekali. akhirnya kata-kata yang terlontar keluar dari mulut kami adalah…….

“Aduh….PASRAH..”,

“SEMAMPUNYA AJA DEH..”

“GA TAU MAU NGISI APA NIH! MAMPUS”

dan banyak kalimat-kalimat apatis yang lainnya keluar dari mulut kami…

akhirnya pengawas membagikan soal. soal terdiri dari 5 pertanyaan essay. saya lupa apa 4 pertanyaan yang lain tapi yang paling saya ingat dan penasaran jawaban tepatnya apa (karena waktu ngisi jawaban itu SUMPAH saya ngarang abis!!!!). pertanyaanya seperti ini:

JELASKAN YANG DIMAKSUD DENGAN ‘MENYADUR’ DAN ‘PLAGIAT’ ?

NAHLO! musti jawab apa nih? abisnya kata yang familiar itu ya cuma plagiat. kata menyadur memang saya pernah dengar sebelumnya tapi tidak sefamiliar kata plagiat tadi…… (ternyata punya arti yang berbeda yah? hahahaha).

setelah beberapa hari setelah UAS saya baru mencari arti dari kata-kata tadi… berikut adalah hasilnya.

 Menyadur menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah menyusun kembali cerita secara bebas tanpa merusak garis besar cerita, biasanya dari bahasa lain: pengarang itu suka – cerita dr bahasa asing ke dl bahasa Indonesia;3 mengolah (hasil penelitian, laporan, dsb); mengikhtisarkan: mereka sedang – hasil penelitian mereka untuk dijadikan buku; 

Plagiat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah pengambilan karangan (pendapat dsb) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dsb) sendiri, msl menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri; jiplakan

-SS-


Jon McLaughlin, My New Idol!

Jon McLaughlin (lahir 27 September 1982) adalah seorang penulis lagu dan penyanyi Amerika Serikat dari Anderson, Indiana. McLaughlin menandatangani perjanjian rekaman dengan Island Records dan muncul pertama kalinya dalam album Indiana pada tanggal 1 Mei 2007. dia menjadi salah satu penyanyi yang mengisi soundtrack film Enchanted produksi Walt Disney membawakan lagu So Close.

Jon and his piano


i'm listening close to you


Pelajar Korea Segera Gunakan Tablet Sebagai Pengganti Buku. Kapan Indonesia Bisa Seperti Ini?

sewaktu saya sedang online di twitter saya membaca sebuah update dari detik.com mengenai pelajar di Korea akan segera menggunakan tablet sebagai pengganti buku. woooww.. karena tertarik dengan judul artikelnya langsung aja saya buka link yang tersedia di update status twitter milik detik.com. berikut adalah artikel lengkapnya

Jakarta – Di 2015 mendatang, pelajar di Korea Selatan bakal ‘membuang’ buku-buku fisik mereka. Pasalnya, pemerintah Korea Selatan segera melakukan digitalisasi buku-buku pelajaran sekolah. Setiap siswa nanti cukup membawa sebuah tablet di sekolah.

Seperti dikutip detikINET dari Chosun, Senin (7/3/2011), Menteri Pendidikan Korea pada minggu lalu mengumumkan investasi lebih dari USD 2 Miliar hingga 2015, guna membuat versi digital dari teks buku-buku pelajaran. Tujuannya agar proses belajar mengajar sejalan dengan pertumbuhan teknologi digital.

Sejalan dengan itu, pemerintah pun sudah mempersiapkan server berbasis cloud computing bagi kebutuhan pendidikan negeri ginseng tersebut. Tiap pelajar nantinya bisa mengunduh konten yang mereka inginkan langsung dari tablet masing-masing secara gratis.

Lantas bagaimana dengan pelajar yang orangtuannya kurang mampu untuk membeli tablet? Jangan khawatir, pemerintah Korea Selatan akan memberikan tablet gratis bagi siswa kurang mampu. Jadi tak ada alasan sistem pendidikan yang terbentur teknologi.

Nantinya para pelajar pun bisa melakukan aktivitas belajar mengajar dari rumah masing-masing. Hal ini bisa menjadi solusi bagi siswa yang terpaksa tak bisa belajar karena di rawat di rumah sakit.

Saat ini Korea Selatan telah menjadi pemimpin dalam bidang layanan internet bagi warga. Pada tahun ini pemerintah mereka tengah menyiapkan program akses internet dengan kecepatan 1 Gbps hingga 2012, bagi setiap warga negara. (sumber detik.com)

hem, miris banget baca artikel ini, saya jadi berangan-angan sendiri kapan ya Indonesia akan melakukan hal ini untuk memperbaiki standar pendidikannya,,,?. rasanya terlalu jauh ya kalo mau ngikutin negara Korea untuk melakukan digitalisasi buku pelajaran pada tahun 2015 mendatang, sampai saat ini saja perpustakaan umum yang layak dan lengkap saja masih bisa dihitung dengan jari. bahkan ada beberapa sekolah yang keadaan perpustakaannya memprihatinkan. agak terdengar pesimis memang, tapi itu memang kenyataan yang harus ditelan oleh para murid dan mahasiswa Indonesia. mungkin tidak pada tahun 2015, tapi mudah-mudahan ditahun-tahun berikutnya kita bisa merasakan apa yang akan segera dirasakan oleh pelajar di Korea ya.. Amiiiinnn…..

-SS-

OST Enchanted

well, beberapa hari yang lalu saya menonton film yang diputar disalah satu tv swasta berjudul Enchanted (sebelumnya saya sudah terlebih dahulu menonton film tersebut di DVD). film yang oleh tv swasta itu diputar untuk mengisi liburan lumayan berhasil merefresh otak saya yang akhir-akhir minggu ini sedang ‘diburu’ oleh tugas akhir semester. walaupun sudah beberapa kali menonton film ini rasanya masih fresh saya sense of humor yang disajikan dalam film ini.

film ini adalah film produksi walt disney yang dirilis tanggal 21 November 2007 di Amerika Serikat. film ini berceritakan tentang seorang putri yang mencari cinta sejatinya, akhirnya harus berpetualang di dunia manusia. Putri bernama Giselle ini sejatinya akan menikah dengan Pangeran Edward, tetapi karena ibu tiri Pangeran Edward, Ratu Narrisa tidak merestuinya dan mengirim putri Giselle ke dunia manusia. Disana ia di tolong oleh Robert Philip dan bertemu dengan hari-hari yang menyenangkan. Pangeran Edward yang tahu bahwa Giselle pergi ke dunia manusia pun, lalu menyusulnya. film ini dibintangi oleh Amy Adams, Patrick Dempsey, dan James Marsden.

sebenarnya posting-an ini saya buat bukan untuk menceritakan alur cerita film tersebut (yang menurut saya ending-nya sama alias standar dengan film-film disney yang berakhir dengan sang puti bertemu dengan cinta sejatinya yaitu pangeran charming dan hidupnya berujung dengan happy ending). namu yang menarik perhatian saya adalah backsound atau soundtrack yang menghiasi menit per menit film ini. yang paling berkesan adalah lagu yang dinyanyikan oleh Jon McLaughlin yang berjudul So Close. lagu ini ada pada saat pesta kostum yang dihadiri oleh puteri Giselle dan pangeran Edward. heemmm… lagunya so romantic. padahal aku lebih dari 2 kali nonton film ini tapi ga begitu memperhatikan lagu di scene ini. nyesel deh baru ‘ngeh’ sekarang. hehehe….

dibawah ini adalah lirik lagu dari So Close – Jon McLaughlin :

You’re in my arms
And all the world is calm
The music playing on for only two
So close together
And when I’m with you
So close to feeling alive

A life goes by
Romantic dreams will stop
So I bid mine goodbye and never knew
So close was waiting, waiting here with you
And now forever I know
All that I wanted to hold you
So close

So close to reaching that famous happy end
Almost believing this was not pretend
And now you’re beside me and look how far we’ve come
So far we are so close

How could I face the faceless days
If I should lose you now?
We’re so close
To reaching that famous happy end
And almost believing this was not pretend
Let’s go on dreaming for we know we are
So close
So close
And still so far

dan ini adalah salah satu scene dari film Enchanted yang menampilkan lagu tersebut sebagai backsound.

-SS-

Lagu ‘We are The Champions’ Representasi Kaum Gay?

mungkin ini bukan berita baru tapi ga sengaja waktu sedang cari-cari jurnal untuk tugas kuliah di internet saya menemukan sebuah skripsi yang ditulis oleh Sylvina Sari Dewi pada tahun 2008. judulnya membuat saya tertarik. ‘Representasi Kehidupan Kaum Gay dalam Teks Lagu We are the Chanpions’. saya sempat menyakinkan diri sendiri bahwa yang dimaksud oleh penulis skripsi itu adalah lagu ‘We are the Champions’ milik Band Rock asal Inggris, Queen. lagu yang sering diputar atau diperdengarkan disaat-saat pesta olahraga. lagu ini memang identik dengan sportivitas dan perjuangan pada pertandingan olahraga. tidak disangka dibalik lirik-liriknya itu tersimpan makna lain.

lagu We are the Champions adalah lagu balada yang diciptakan oleh Freddie Mercury untuk album band Queen berjudul “News of the World” pada tahun 1977. lagu ini menjadi lagu ‘legend’ dan dikenal baik oleh masyarakat dunia khususnya untuk ceremony kemenangan suatu pertandingan olahraga. lagu ini pernah dikumandangkan dibeberapa event yaitu di final World Cup tahun 2006, saat itu Italia yang memenangkannya, lagu ini juga menjadi lagu penutup film A Knight’s Tale (2001), dalam pertandingan Super Bowl XLI pada 4 Februari 2007 di Miami, Florida. dibawah ini adalah lirik lagu We are the Champions karya Freddie Mercury:

I’ve paid my dues, time after time

I’ve done my sentence, but committed no crime

And bad mistakes, I’ve made a few

I’ve had my share of sand kicked in my face, but I’ve come through
We are the champions-my friends

And we’ll keep on fighting till the end

We are the champions, we are the champions

No time for losers

Cause we are the champions, of the world

I’ve taken my bows, and my curtain calls

You brought me fame and fortune, and everything that goes with it

I thank you all

But it’s been no bed of roses, no pleasure cruise

I consider it a challenge before the whole human race, and I ain’t gonna lose

We are the champions, my friends

And we’ll keep on fighting till the end

We are the champions, we are the champions

No time for losers

Cause we are the champions of the world

dalam beberapa lirik lagu ini mengandung arti konotasi yang mengarah kepada kaum Gay. seperti yang kita ketahui, Freddie Mercury adalah seorang biseksual. contohnya saja pada lirik awalnya.

I’ve  paid my dues diartikan sebagai aku telah membayar hutangku. dalam arti konotasi kalimat ini berarti tentang sesuatu hukuman yang harus dibayar.

we are the champions, my friend diartikan sebagai kita adalah pemenang, temanku. kata ‘champions’ dikonotasikan bukan hanya sekedar pada pemenang pada pertandingan olahraga tetapi juga mengartikan seseorang yang berjuang untuk sesuatu, atau berbicara untuk mendukung sesuatu yang sesuatu orang atau kelompok percaya atau yakini.

but it’s been no bed of roses  arti konotasinya adalah sudah tidak ada lag kehidupan yang mewah. yang menarik adalah penggunaan kata roses dalam lirik ini. bunga mawar dapat diartikan sebagai simbol paling kuat dalam cinta dan dianggap bungan suci. ada juga yang meyakini bahwa bunga mawar adalah simbol seksualitas, terdapat suatu hubungan yang terjadi antara bungan mawar dan skandal seks terutama gay seks.

itu adalah beberapa uraian tentang arti dibalik lirik lagu yang familiar dan sering kita dengar. kesimpulannya adalah lagu We are the Champions ini adalah lagu yang dapat menggambarkan tentang perasaan dan bagaimana perjuangan kaum gay di Inggris khususnya, untuk dapat diterima oleh masyarakat umum. mereka ditindas, mengalami penganiayaan dan diskriminasi sehingga mereka harus menutupi jati diri mereka. pada tahun 1970-an terjadi pergerakan atau peristiwa yang dikenal dengan Gay Liberation. peristiwa ini membawa angin segar bagi kaum gay untuk mengekspresikan diri mereka dilingkungan masyarakat tanpa hidup dengan ‘kepura-puraan’ dan takut.

NB : sebagian posting-an ini saya kutip dari skripsi yang ditulis oleh Sylvina Sari Dewi.

Daniel Isn’t Talking

novel ini berjudul Daniel Isn’t Talking atau dalam bahasa Indonesia Daniel belum bisa bicara ditulis oleh Marti Leimbach, mengisahkan tentang perjuangan seorang ibu untuk bisa membuat anaknya terlepas dari autisme. autisme adalah kondisi mengenai seseorang sejak lahir ataupun saat masa balita, yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosialatau komunikasi yang normal. Akibatnya anak tersebut terisolasi dari manusia lain dan masuk dalam dunia repetitive, aktivitas dan minat yang obsesif. saya tertarik untuk membaca novel tersebut karena didalam novel ini dibahas mengenai anak yang mengalami autisme. kebetulan saya tertarik sekali dengan itu. saat membaca buku ini saya disuguhkan dengan suka dan duka seorang ibu yang mempunyai anak autis.

Dalam novel ini memang digambarkan sangat jelas beberapa hal dalam therapi Autisme..dalam novel ini dikisahkan juga..dampak autisme dari Daniel menyebabkan terancamnya pernikahan kedua orangtuanya..dimana sang ibu (Melani) berjuang untuk mencari orang yang ahli (Andy O’Connor) dalam therapy Autisme, sedangkan sang ayah (Stephen) menolak dan tidak ingin mengakui bahwa salah satu anak mereka mengalami Autisme..
Stephen pun lebih memilih untuk pergi dan keluar dari rumah, dan kembali kepelukan sang mantan pacar..Dengan sisa harta yang ditinggalkan Stephen, Melani berusaha menjual semua barang2 yang ada dirumah mereka untuk membiaya therapy dan membeli bahan2 makanan yang khusus untuk anak2 Autisme..
Kemudian ketika akhirnya Melani bertemu dengan Andy O’Connor, Melani sangat yakin bahwa Anndy lah yang bisa membantunnya.Walaupun banyak masyarakat London yang meragukan akan kemampuan Andy dalam menangani Autisme.
Seiring dengan berjalannya waktu, Daniel mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam kehidupannya..Daniel sudah bisa menjalin komunikasi yang baik dengan orang2 disekitarnya, sudah tidak terfokus dengan mainan kereta Thomas nya,dan lain sebagainya..
Dengan hadirnya Andy didalam lingkup kehidupan Melani..menghadirkan kisah asmara bagi keduanya..dengan perhatian yang tulus yang diberikan oleh Andy kepada Melani..membuat Melani yakin bahwa Andy adalah orang yang tepat untuk masuk kedalam kehidupan asmaranya setelah ia ditinggalkan oleh Stephen..
Tapi masalah kembali muncul disaat Melani semakin mantap dengan Andy, stephen kembali mencoba masuk kembali dan meminta melani serta anak2 mereka untuk berkumpul kembali menjadi keluarga yang utuh kembali seperti sediakala..
Dengan pertimbangan yang sangat berat akhirnya Melani lebih memilih Andy dan meninggalkan stephen..karena Melani merasa dengan Andy lah dia bisa menjadi dirinya sendiri dan Andy lah yang bisa menerima segala kekurangan yang dimiliki olehnya.

Pergi ke Perpustakaan Yuuukk..!!!

dua minggu belakangan ini saya sedang disibukkan dengan tugas akhir untuk UAS disemester 4. tugasnya ga main-main nih, penelitian! jadi harus menguras otak juga ngerjainnya. hal tersebut akhirnya mengharuskan saya untuk pergi ke perpus sesering mungkin (tugas penelitian mengharuskan saya untuk emndapatkan reference dari buku-buku lain sebanyak mungkin agar data akurat dan nilai untuk tugas pun jadi bagus. AMIINNN!!!!). kalo udah diperpus rasanya nyaman banget kadang sampe ga kerasa udah 6 jam waktu terlewatkan gitu aja. satu meja panjang di perpus isinya buku-buku yang saya jadiin reference (ngambil-ngambil aja kebanyakan, taunya ga ada yg kepake! hahaha). kalo inget itu jadi berasa lagi nyusun skripsi deh, padahal cuma tugas buat proposal penelitian dan tugas penelitian skalanya juga kecil-kecilan.

anyway, ngomong-ngomong perpustakaan ni, dari dulu saya emang suka pergi ke perpus, entah perpus sekolah (waktu jaman SD, SMP, atau SMA) maupun perpus kampus. saya juga pernah sampe nekat-nekatan sangking penasaran dengan perpus umum di Jakarta. yang kebetulan pernah saya kunjungi adalah perpustakaan umum wilayah Jakarta Timur yang terletak di Rawa Bunga. sebelum pergi kesana, aku sempat search di ‘opa google’ letak pastinya perpus itu, jadi aku putusin untuk naik TransJakarta dari halte Kp. Rambutan samapai ke halte Kp. Melayu. setelah itu perjalanan ke perpus umum jakarta timur saya lanjutkan dengan menggunakan bajaj (waktu itu kayanya saya ditipu sama supir bajajnya, ongkos yg seharusnya 6rb-8rb saya diharuskan bayar 10rb, RUGI TAU!!). saya turun di depan sekolah SMA, tapi saya kok belum lihat bangunan perpustakaannya..? ternyata saya harus jalan sekitar 2 KM kedalam gang untuk sampai di perpustakaan. yang terlintas dalam pikiran saya adalah perasaan miris, karena perpustakaan yang notabennya adalah sumber ilmu dan jendela dunia seaakan dikesampingkan keberadaannya. akhirnya setelah berjalan selama 3 – 5 menit saya sampai juga di perpustakaan tersebut. lagi-lagi saya dikagetkan dengan banguna perpustakaan yang menurut saya kurang tertata untuk sebuah perpustakaan daerah Ibukota Loh… setelah dijelaskan prosedur untuk tamu masuk dan membaca di perpustakaan akhirnya saya bergegas ke lantai 2 (disana tempat buku-buku ditaruh). well, lagi-lagi saya dikecewakan (mungkin ekspektasi saya yang terlalu berlebihan makanya hari itu saya dibuat kecewa terus. hehhe). perpus umum itu bisa dibilang sama saja seperti perpustakaan yang ada di sekolah-sekolah SMP dan SMA bahkan kalo boleh saya bilang masih lebih bangus perpustakaan sekolah SMA saya (ini subjektifitas saya saja). orang yang berkunjung untuk membaca atau sekedar meminjam buku pun saya rasa hanya masyarakat disekitar perpus itu berada. kebnayakan anak-anak sekitar umur 8-12 tahun yang kesana. (mohon maaf saya tidak bisa memberikan gambar tentang isi perpustakaan karena sebelum menulis posting-an ini photonya tidak sengaja dihapus).

perpustakaan kedua adalah perpustakaan nasional yang terletak di jalan salemba. waktu itu saya pergi kesana beramai-ramai bersama teman-teman saya. kebetulan saat itu ada tugas yang mengharuskan kami untuk pergi kesana. saat masuk ke sana hal berbeda pun saya rasakan jelas jauh berbeda pada saat saya masuk ke perpus umum di daerah Rawa Bunga. perpustakaan ini jau lebih tertata, nyaman, kolleksi bukunya juga boleh dibilang hampir lengkap. jadi tidak ada kekecewaan yang saya rasakan saat di perpusnas. klik info perpusnas www.pnri.go.id/

perpus ketiga yang saya kunjungi adalah di LIPI. seperti perpusnas LIPI juga mempunyai koleksi buku yang cukup lengkap. pengunjung yang sering dan ramai datang adalah mahasiswa/i dari berbagai universitas di sekitar Jakarta yang mencari reference buku atau jurnal penelitian. yang saya paling suka di LIPI adalah ada satu lantai yang dikhususkan sebagai penyimpanan arsip/ penelitian yang berkaitan dengan gender dan feminisme tapi sayangnya saya belum bisa berlama-lama di lantai tersebut untuk mengeksplor buku dan jurnal apa saja yang bisa saya dapatkan (next time harus!!!!!!).

sekian pengalama dari saya. sebenarnya kunjungan ke 3 perpus itu belum seberapa, mungkin teman-teman yang lain ada ynag sudah melanglang buana pergi ke berbagai perpus lebih dari saya… ya kan? ini sifatnya hanya share saja, tanpa mengurangi rasa hormat (kok jadi resmi gini bahasanya?? hehehe).

mungkin teman-teman ada pengalaman seputar perpus yang pernah kalian kunjungi atau mau merekomendasikan perpus mana yang layak untuk didatangi???? silakan ditunggu comment-commentnya… ^^

-SS-

Previous Older Entries Next Newer Entries

Archives