Pelajar Korea Segera Gunakan Tablet Sebagai Pengganti Buku. Kapan Indonesia Bisa Seperti Ini?

sewaktu saya sedang online di twitter saya membaca sebuah update dari detik.com mengenai pelajar di Korea akan segera menggunakan tablet sebagai pengganti buku. woooww.. karena tertarik dengan judul artikelnya langsung aja saya buka link yang tersedia di update status twitter milik detik.com. berikut adalah artikel lengkapnya

Jakarta – Di 2015 mendatang, pelajar di Korea Selatan bakal ‘membuang’ buku-buku fisik mereka. Pasalnya, pemerintah Korea Selatan segera melakukan digitalisasi buku-buku pelajaran sekolah. Setiap siswa nanti cukup membawa sebuah tablet di sekolah.

Seperti dikutip detikINET dari Chosun, Senin (7/3/2011), Menteri Pendidikan Korea pada minggu lalu mengumumkan investasi lebih dari USD 2 Miliar hingga 2015, guna membuat versi digital dari teks buku-buku pelajaran. Tujuannya agar proses belajar mengajar sejalan dengan pertumbuhan teknologi digital.

Sejalan dengan itu, pemerintah pun sudah mempersiapkan server berbasis cloud computing bagi kebutuhan pendidikan negeri ginseng tersebut. Tiap pelajar nantinya bisa mengunduh konten yang mereka inginkan langsung dari tablet masing-masing secara gratis.

Lantas bagaimana dengan pelajar yang orangtuannya kurang mampu untuk membeli tablet? Jangan khawatir, pemerintah Korea Selatan akan memberikan tablet gratis bagi siswa kurang mampu. Jadi tak ada alasan sistem pendidikan yang terbentur teknologi.

Nantinya para pelajar pun bisa melakukan aktivitas belajar mengajar dari rumah masing-masing. Hal ini bisa menjadi solusi bagi siswa yang terpaksa tak bisa belajar karena di rawat di rumah sakit.

Saat ini Korea Selatan telah menjadi pemimpin dalam bidang layanan internet bagi warga. Pada tahun ini pemerintah mereka tengah menyiapkan program akses internet dengan kecepatan 1 Gbps hingga 2012, bagi setiap warga negara. (sumber detik.com)

hem, miris banget baca artikel ini, saya jadi berangan-angan sendiri kapan ya Indonesia akan melakukan hal ini untuk memperbaiki standar pendidikannya,,,?. rasanya terlalu jauh ya kalo mau ngikutin negara Korea untuk melakukan digitalisasi buku pelajaran pada tahun 2015 mendatang, sampai saat ini saja perpustakaan umum yang layak dan lengkap saja masih bisa dihitung dengan jari. bahkan ada beberapa sekolah yang keadaan perpustakaannya memprihatinkan. agak terdengar pesimis memang, tapi itu memang kenyataan yang harus ditelan oleh para murid dan mahasiswa Indonesia. mungkin tidak pada tahun 2015, tapi mudah-mudahan ditahun-tahun berikutnya kita bisa merasakan apa yang akan segera dirasakan oleh pelajar di Korea ya.. Amiiiinnn…..

-SS-

Apa itu Android..???

Sekarang ini handphone Android mulai populer di dunia dan menjadi saingan serius dari vendor handphone (perusahaan) yang sudah ada sebelumnya seperti Nokia, Blackberry dan iPhone.

Tapi bila anda menanyakan ke orang Indonesia kebanyakan “Apa itu Android ?” Kebanyakan orang tidak akan tahu apa itu Android, dan meskipun ada yang tahu pasti hanya untuk orang tertentu yang geek /update dalam teknologi. Ini disebabkan karena masyarakat Indonesia hanya mengenal 3 merek handphone yaitu Blackberry, Nokia, dan merek lainnya 🙂

Ada beberapa hal yang membuat Android sulit (belum) diterima oleh pasar Indonesia, antara lain:
Kebanyakan handphone Android menggunakan input touchscreen yang kurang populer di Indonesia, Android membutuhkan koneksi internet yang sangat cepat untuk memaksimalkan kegunaannya padahal Internet dari Operator selular Indonesia kurang dapat diandalkan, dan yang terakhir anggapan bahwa Android sulit untuk dioperasikan (dipakai) dibandingkan dengan hanpdhone macam Nokia atau Blackberry.

Apa itu Android?

Android adalah sistem operasi yang digunakan di smartphone dan juga tablet PC. Fungsinya sama seperti sistem operasi Symbian di Nokia, iOS di Apple dan BlackBerry OS.
Android tidak terikat ke satu merek Handphone saja, beberapa vendor terkenal yang sudah memakai Android antara lain Samsung , Sony Ericsson, HTC, Nexus, Motorolla, dan lain-lain.

Android pertama kali dikembangkan oleh perusahaan bernama Android Inc., dan pada tahun 2005 di akuisisi oleh raksasa Internet Google. Android dibuat dengan basis kernel Linux yang telah dimodifikasi, dan untuk setiap release-nya diberi kode nama berdasarkan nama hidangan makanan.

Keunggulan utama Android adalah gratis dan open source, yang membuat smartphone Android dijual lebih murah dibandingkan dengan Blackberry atau iPhone meski fitur (hardware) yang ditawarkan Android lebih baik.

Beberapa fitur utama dari Android antara lain WiFi hotspot, Multi-touch, Multitasking, GPS, accelerometers, support java, mendukung banyak jaringan (GSM/EDGE, IDEN, CDMA, EV-DO, UMTS, Bluetooth, Wi-Fi, LTE, and WiMAX) dan juga kemampuan dasar handphone pada umumnya.

Versi Android yang beredar saat ini

Froyo (2.2)
Android 2.2 dirilis dengan 20 fitur baru, antara lain peningkatan kecepatan, fitur Wi-Fi hotspot tethering dan dukungan terhadap Adobe Flash.

Gingerbread (2.3)
Perubahan utama di versi 2.3 ini termasuk update UI, peningkatan fitur soft keyboard &copy/paste, power management, dan support Near Field Communication.

Ice Cream Sandwich (2.4 atau 4.0)
Diumumkan secara resmi pada 10 Mei 2011 di ajang Google I/O Developer Conference (San Francisco), pihak Google mengklaim “Android Ice Cream Sandwich” akan dapat digunakan baik di smartphone ataupun tablet.

Honeycomb (3.0)
Merupakan versi Android yang ditujukan untuk gadget / device dengan layar besar seperti Tablet PC; Fitur baru Honeycomb yaitu dukungan terhadap prosessor multicore dan grafis dengan hardware acceleration. Tablet pertama yang memakai Honeycomb adalah tablet Motorola Xoom yang dirilis bulan Februari 2011. Google memutuskan untuk menutup sementara ke akses source code Honeycomb, hal ini dilakukan untuk mencegah perusahaan pembuat handphone menginstall Honeycomb pada smartphone.
Karena pada versi Android sebelumnya banyak perusahaan yang menggunakan Android ke dalam tablet PC yang menyebabkan pengalaman buruk penggunanya dan mengesankan citra Android tidak bagus.

(Sumber : http://www.infoteknologi.com)

Perkembangan Teknologi Pengaruhi Demokratisasi Indonesia

Semarang (ANTARA News) – Perkembangan teknologi komunikasi melalui dunia maya atau internet yang berbentuk jejaring sosial, seperti “facebook”, “twitter”, dan “blog” secara tidak langsung ternyata mampu memengaruhi proses demokratisasi di Indonesia.

“Gerakan demokrasi rakyat yang riil justru banyak ditemui lewat jejaring sosial, seperti `facebook`, `twitter`, dan `blog`,” kata pakar komunikasi Universitas Indonesia Prof M Alwi Dahlan usai menyampaikan kuliah umum di Universitas Diponegoro Semarang, Rabu.

Menurut dia, hal itu menunjukkan bahwa ada perkembangan yang lebih baik dari masyarakat untuk menyuarakan aspirasinya secara lebih luas, dibandingkan dengan dulu yang hanya mampu menyuarakannya lewat wakil rakyat di DPR.

“Di dunia, setiap orang dapat berkomentar atau menyuarakan aspirasi dan dukungannya terkait isu-isu dan persoalan negara, maupun persoalan sosial yang tengah terjadi,” kata mantan Menteri Penerangan Kabinet Pembangunan VII tersebut.

Ia mencontohkan, kasus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit-Chandra, perseteruan RS Omni International dengan Prita Mulyasari, Bank Century, dan sebagainya yang menunjukkan antusiasme masyarakat menanggapi lewat jejaring sosial.

“Hal ini merupakan dampak positif perkembangan proses demokratisasi di Indonesia, terutama perkembangan dalam proses komunikasi politik, meskipun tetap ada dampak negatif yang ditimbulkan oleh perkembangan teknologi itu,” katanya.

Terlebih lagi, kata dia, saat ini banyak ditemui nama-nama pejabat, pengusaha, pendidik, kalangan ulama dan pesantren hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam jejaring sosial itu, selain tentunya kalangan anak-anak muda.

“Pengguna `facebook` di Indonesia pada tahun lalu melonjak 1.500 persen menjadi sekitar 14 juta orang yang berasal dari seluruh kalangan,” kata penyandang gelar doktor bidang komunikasi pertama di Indonesia itu.

Berkaitan dengan dampak negatif dari perkembangan teknologi, terutama jejaring sosial itu, ia mengakuinya, seperti adanya penculikan orang atau penipuan yang berawal dari situs pertemanan tersebut.

Namun, kata dia, dampak positif terhadap perkembangan proses demokratisasi memang lebih besar, sehingga hal itu juga harus disadari para pembuat kebijakan atau perundang-undangan dalam menyikapi fenomena tersebut.

“Suara yang menentang kedatangan teknologi itu sampai saat ini masih terdengar, seperti adanya fatwa yang mengharamkan `facebook` dan protes terhadap internet yang dapat mengancam generasi muda,” katanya.

Ia mengakui, perkembangan dan dinamika teknologi komunikasi dan informasi tersebut ternyata belum banyak disadari oleh seluruh pihak, termasuk mereka yang bergerak di bidang komunikasi dan informasi.

“Padahal, perubahan dan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi mendorong dinamika baru dalam segala segi kehidupan dan hubungan bermasyarakat, berbangsa, antar pribadi, perseorangan, atau institusi,” kata Alwi.

(Sumber antaranews.com)

TELEPON SELULER SEBAGAI NEW MEDIA

New media saat ini memang sedang diminati dan berkembang pesat. Salah satu contoh dari new media yang sering digunakan adalah telepon seluler atau mobile phone. Alat komunikasi ini sebenarnya adalah pengembangan dari model telepon konvensional yang sering digunakan di rumah, namun alat ini dapat dibawa kemana saja (mobile). Seiiring dengan perkembangan teknologi dan informasi, masyarakat menginginkan perangkat yang bisa menunjuang kegiatan sehari-hari. Apalagi pada masyarakat perkotaan (modern) yang dituntun untuk  ‘update’ terhadap hal-hal atau berita-berita baru.

Telepon selulur awalnya memang berfungsi untuk melakukan dan menerima panggilan telepon. Selain itu telepon seluler juga berfungsi untuk melakukan SMS (Short Message Service). Namun pada perkembangannya, telepon seluler menjadi gadget yang multifungsi. Dalam satu perangkat telepon seluler sudah ‘dibekali’ aplikasi untuk mendengarkan lagu (MP3), memutar video, kamera, radio, dan layanan internet. Layanan dalam internet didalam telepon seluler saat ini digunakan untuk melakukan interaksi komunikasi, misalnya saja saat ini sedang maraknya media sosial (facebook dan twitter). Layanan ini sangat mudah dijangkau dan ada beberapa telepon seluler yang menjadikan media sosial tersebut sebagai aplikasi bawaan. Fungsinya apa lagi jika bukan untuk memudahkan kita untuk berinteraksi dengan teman, keluarga, dan relasi. Jadi banyak cara dilakukan untuk berkomunikasi hanya dalam satu alat saja yaitu menggunakan telepon seluler.

New media seperti telepon seluler memang menjadi sebuah alat yang sangat berpengaruh bagi kehidupan masyarakat di dunia. Hampir sebagian masyarakat perkotaan bahkan pedesaan menggunakan telepon seluler untuk menunjang kehidupan sehari-harinya. Menurut penelitian pada Akhir 2007 saja, jumlah pengguna HP di dunia mencapai 3.2 Milyar (Castell, 2008). Tentu saja dengan adanya fenomena ini ada pengaruh dan perubahan terhadap beberapa aspek kehidupan masyarakat seperti aspek ekonomi, sosial dan budaya.

Jika kita melihat pengaruh dan perubahan telepon seluler dalam aspek ekonomi tentu saja ada sisi positif dan negatifnya. Dengan kehadiran telepon seluler maka banyak bermunculan produsen-produsen pembuat telepon seluler dan provider telepon seluler sehingga secara langsung dan tidak langsung membangun lapangan kerja di sektor produksi, distribusi dan konsumsi jasa. Saat ini telepon seluler juga digunakan untuk melakukan pelayanan (service), transaksi bisnis, dan promosi. Namun disisi lain kehadiran telepon seluler juga mempunyai sisi negatif. Untuk menggunakan panggilan telepon, SMS dan internet, masyarakat diharuskan untuk membeli pulsa. Coba berapa jumlah uang yang kita keluarkan untuk membeli pulsa selama seminggu? Sebulan? Atau bahkan setahun?. Hal tersebut dapat mengarahkan masyarakat untuk hidup konsumtif.

Kehadiran telepon seluler saat ini juga memengaruh aspek sosial di masyarakat. Saat ini telepon seluler tidak hanya menjadi alat komunikasi saja bahkan telah menjadi simbol kelas bagi pemiliknya. Siapa menggunakan telepon seluler apa secara tidak langsung telah meningkatkan status pemiliknya. Hal lain yang muncul adalah seseorang yang ‘addict’ menggunakan telepon seluler cenderung menjadi individualisme, mereka bergaul dan bercakap bukan dengan teman yang berada di sampingnya, melainkan dengan orang yang berada di luar lingkungannya dengan menggunakan sarana SMS, chatting yang ada di telepon selulernya. Dengan banyaknya fitur-fitur multimedia di dalam telepon seluler, seseorang dapat mendengarkan lagu, bermain game di telepon seluler dengan menyendiri sehingga berdampak pada kecenderungan menurunnya interaksi dengan kelompok atau komunitasnya.

Dari segi aspek budaya, memengaruhi penjadwalan kegiatan pada masyarakat. Kita sering sekali lupa waktu jika sudah menggunakan telepon seluler. Ya, karena banyaknya fitur multimedia didalamnya sehingga kita dimanjakan dengan hal tersebut. Contoh lain adalah saat kita  mengobrol lewat telepon dengan teman-teman, kita sering lupa waktu. Hal  tersebut menjadikan kegiatan yang sehari-hari dilakukan misalnya seperti makan, mandi, jadwal tidur berubah seiring dengan intens-nya kita ‘berinteraksi’ dengan telepon seluler. Budaya berinteraksi secara langsung juga mulai bergeser dengan adanya telepon seluler.

-SS-


Archives