LIKE CRAZY – It’s a Must-See

Pertama kali saya melihat trailer film LIKE CRAZY di salah satu program di stasiun televisi. well, pas liat trailernya saya langsung ngebet banget mau nonton film ini. apalagi setelah tau kalau film ini menjadi salah satu film yang diputar di Sundance Film Festival 2011. seperti film-film sebelumnya yang saya tahu, biasanya film yang diputar di Sundance selalu punya cerita yang ‘lain’ dari kebanyakan film ‘box office’. meskipun latar cerita film LIKE CRAZY ga jauh-jauh dari cinta tapi film ini beda dari film cinta yang klise.

Film LIKE CRAZY disutradarai oleh Drake Doremus dan dibintangi oleh Anton Yelchin (aktor asal Rusia), Felicity Jones (aktris asal Inggris) dan Jennifer Lawrence. Film ini memenangkan kategory Grand Jury Prize: Dramatic Film pada Sundance Film Festival ke-27, dan Felicity Jones memenangkan Special Grand Jury for Acting in a dramatic film berceritakan tentang percintaan antara 2 manusia dari 2 negara yang berbeda. Jacob (Anton Yelchin) dan Anna (Felicity Jones) adalah sepasang kekasih yang kuliah di Los Angles. Anna adalah mahasiswi pertukaran dari Inggris. Semasa mereka kuliah, tidak ada masalah dalam percintaan mereka. Tetapi ketika Anna, ternyata harus kembali ke Inggris, percintaan mereka harus teruji. film yang dibuat dengan menggunakan kamera Canon EOS 7D DSLR ini hanya berbudget $250,000. terbukti, untuk membuat film yang bagus dan berkualitas tidak perlu menggunakan efek yang ‘wah’ nan mahal. namun, dengan budget yang ‘seadanya’ bisa menghasilkan film yang berkualitas.

ternyata inspirasi dibuatnya film ini adalah dari kisah cinta sutradanya yaitu Drake Doremus dengan mantan istrinya yang bernama  Desiree Pappenscheller yang berasal dari Austria yang memang pernah bermasalah dengan imigrasi di Amerika Serikat dan akhirnya menjalin hubungan jarak jauh.

buat yang sedang LDR alias Long Distance Relationship kayanya cocok ni buat nonton film ini… biar ‘ngena’ plot ceritanya dengan kalian.. #eeeeaaa. jangan langsung galau ya selesai nonton filmnya. hehehe…

-SS-

 

 

The Best Movie of Leonardo DiCaprio

jika ditanya siapa aktor favorit saya, pasti dengan cepat tanpa pikir panjang lagi saya akan jawab Leonardo DiCaprio. lebih dari 20 tahun ia malang melintang di industri perfilman hollywood. berbagai macam karakter pun rasanya sudah dilalui oleh Leo (panggilan akrabnya) dengan sempurna. tapi, apa saja film terbaik yang dibintangi olehnya? tentu ini versi saya sendiri.. hehehe..

aktor keahiran 11 November 1974 itu memulai debut karirnya dengan membintangi sebuah iklan komersial dan sitkom berjudul Growing Pains. dan debutnya dalam film ia mulai dengan bermain di film sci-fic horror Critters 3 pada tahun 1991. karirnya mulai bersinar saat ia membintangi film berjudul What’s Eating Gilbert Grape pada tahun 1993. berkat aktingnya sebagai Arnie Grape dalam film tersebut ia berhasil masuk nominasi Academy Awards di usia yang sangat muda yaitu 19 tahun.

dalam karirnya selama kurang lebih 20 tahun ini, karir Leo mengalami pasang surut. namun karirnya mulai bangkit lagi setelah ia membintangi film garapan sutradara bertangan dingin, Steven Spielberg berjudul Catch Me If You Can dan film garapan sutradara Martin Scorsace, Gangs of New York. meskipun telah beberapa kali masuk nominasi oscar sayanganya Leo belum ppernah merasakan kemenangan dan membawa piala yang disimbolkan sebagai puncak pencapaian seorang aktor/aktris ini. berikut adalah 5 film terbaik Leonardo DiCaprio versi saya:

1. What’s Eating Gilbert Grape

film bergenre drama ini menceritaan tentang kehidupan Gilbert Grape (Johnny Depp) yang hidup di sebuah pinggiran kota (countryside) bernama Endora. Di sana ia mempunyai seorang kakak perempuan, seorang adik perempuan, seorang adik laki-laki yang terkena gangguan jiwa (autis) yang diperankan oleh Leonardo DiCaprio, dan seorang kakak laki-laki yang telah pergi (hanya diceritakan telah pergi). Di sana Gilbert Grape harus menjalani hidup di mana ia harus mengasuh Arnie, adik laki-lakinya yang autis dan menjadi pencari nafkah dengan bekerja di supermarket kecil dan kuno karena ayah mereka telah tiada, sementara ibu mereka sangat gendut (obesitas) dan hanya diam setiap hari di sofanya dan makan. Dalam film ini Leo dinominasikan dalam Academy Award di kategori Best Supporting Actor.

 

2. The Aviator

The Aviator bercerita tentang kehidupan seorang miliarder eksentrik berumur 40 tahun bernama Howard Hughes. Hughes yang diperankan DiCaprio ini adalah pengusaha sukses di Houston, AS. Hughes kemudian pindah ke Hollywood dan menjadi seorang produser pusat perfilman di Negeri Paman Sam itu. Karakter Hughes terbilang unik. Ia digambarkan sebagai pria yang selalu beruntung dan sukses di setiap bidang usaha yang digelutinya. Miliarder ini juga dianggap sebagai sosok misterius karena selalu menolak untuk diwawancara. Film itu juga menceritakan kehidupan percintaan Hughes dengan sejumlah aktris terkenal Hollywood. Nominasi untuk Aktor terbaik 2005 Academy Award dan 2 SAG Award dan memenangkan sebuah Golden Globe.

 

3. Titanic

Film ini diarahkan oleh sutradara terkenal James Cameron, yang pernah menggemparkan dunia perfilman dengan film Terminator (1984) yang kemudian disusul dengan film “Aliens” (1986). Di tahun 1991, ia membuat sekuel “Terminator”, yakni “Terminator II: The Judgement Day” dan berbagai film-film “box office”-nya. Jadi tidak heran kalau tangan dinginnya mampu membuat karya kolosal “Titanic” dengan budget yang luar biasa besar yakni 200 juta dolar Amerika. Lantaran budget yang begitu besar, ia sempat menghadapi keberatan dari studio sehingga James Cameron rela mengorbankan honornya. Ternyata film yang dibuat di berbagai lokasi seperti di Bellmont Olympic Pool, Long Beach, California, dan Halifax, Nova Scotia, Kanada serta lokasi reruntuhan kapal Titanic di Atlantik Utara, berhasil mencetak rekor pendapatan tertinggi di sepanjang masa.

Selain itu, film”Titanic” juga berhasil memperoleh berbagai penghargaan, seperti memborong 11 piala Oscar dari Academy Awards, yakni untuk kategori Best Picture, Best Cinematography, Best Sound, Best Music, Song, Best Music, Original Dramatic Score, Best Film Editing, Best Effect, Visual Effect, Best Effect, Sound Effect, Best Director, Best Art Direction-Set Decoration, dan Best Costume Designs. meskipun di film ini ia tidak di nominasikan untuk meraih piala, tapi semua pasti setuju ini adalah salah satu film yang akan dikenang sepanjang masa, begitupun Leo.

 

4. Catch Me If You Can

mengangkat kisah nyata Frank William Abagnale Jr, kini konsultan keuangan yang bertugas mencegah kejahatan kerah putih (white collar crime), yang dulunya dikenal sebaga pemuda pembobol bank. Tak tanggung – tanggung, Frank berhasil menggerus duit 4 juta dollar, menipu orang dengan penyamarannya yang sempurna sebagai pengacara, dokter hingga pilot dan berhasil mengecoh FBI beberapa kali. Kisah yang sungguh menarik dan direkonstruksi secara cermat oleh Spielberg. Tim penulis Catch Me If You Can membuang sekelumit kehidupan Frank yang dirasa tak perlu muncul di layar dan menambahkan beberapa bagian tertentu demi alasan dramatik. Hasilnya, sebuah film berdurasi kurang lebih 2 jam yang menarik, menegangkan dan berkualitas pada saat bersamaan.
Di usia 16, Frank William Abagnale Jr (Leonardo DiCaprio) lari dari rumah. Penyebabnya, ayah dan ibunya bercerai. Tambahan lagi, ayahnya sedang dikejar – kejar Dinas pajak. Maka lengkaplah sudah penderitaan Frank. Dalam pelariannya, Frank mulai mengecoh orang – orang. Pada awalnya, terlihat hal itu dilakukannya karena alasan psikologis. Frank merasa bahwa dengan menjadi profesi tertentu, orang – orang akan menghargainya, tidak seperti pemerintah (dalam hal ini Dinas Pajak) yang dianggapnya “menginjak – injak” harga diri ayahnya. Petualangannya berlanjut dengan memalsu cek hingga suatu ketika jejaknya tercium agen FBI yang gigih, Carl Hanratty (Tom Hanks). Dan Spielberg seperti tahu betul keinginan penonton. Ia memilih memfokuskan cerita pada kisah pengejaran Carl atas Frank yang tak kenal lelah yang berlangsung bertahun – tahun. Spielberg yang sudah berpengalaman, terampil menarik ulur ritme cerita, memadu padankan adegan demi adegan dan mampu bercerita dengan lancar. Adegan yang padat membuat Catch Me IfYou Can tak terasa memakan waktu hingga 2 jam lamanya.  untuk film ini Leo diganjar nominasi untuk Aktor terbaik pada 2003 Golden Globe

5. The Departed

“The Departed” bersetting di Boston Selatan, dimana polisi sedang menyelidiki kejahatan terencana yang dilakukan organisasi kejahatan. Seorang polisi muda yang ditutupi, Billy Costigan (Leonardo DiCaprio) ditugaskan untuk menyusup pada sindikat yang dipimpin Costello (Jack Nicholson). Ketika Billy dengan cepat mendapat kepercayaan Costello, Colin Sullivan (Matt Damon), seorang penjahat muda juga dijadikan sebagai polisi yang berfungsi sebagai mata-mata polisi untuk para sindikat. Ia mendapatkan jabatan di Kesatuan Khusus Investigasi. Mereka masing-masing sibuk dengan peran gandanya, mengumpulkan informasi tentang rencana dan pelaksanaannya. Namun keadaan semakin jelas baik bagi penjahat maupun polisi bahwa ada kejanggalan diantara mereka, Billy dan Colin terancam tertangkap dan penyamarannya terbongkar. Mereka masing-masing berlomba mengungkap identitas lawan untuk menyelamatkan diri mereka masing-masing. Leo mendapatkan nominasi untuk Akotr terbaik pada 2007 Golden Globe dan untuk 2 SAG Awards (akotr pendukung terbaik dan ensemble).

apa ada salah satu diantara 5 film diatas yang juga jadi film favorit kalian???

-SS-

10 Film yang Menggambarkan Orang Jenius

Jenius didefinisikan sebagai orang memiliki kapasitas alami di bidang intelektual. Banyak film menggambarkan orang-orang jenius dengan keahlian masing-masing, apakah itu matematika, ilmu pengetahuan, seni atau musik. Berikut adalah 10 film brilian yang menggambarkan 10 “kejeniusan” yang berbeda (di bidang seni, matematika, fisika, supranatural, time traveller, autisme, catur, kecerdasan, menulis, dan musik). Sebagian besar film didasarkan pada kehidupan karakter dan bagaimana kemampuan mereka masuk ke dalam kehidupan mereka dan kehidupan orang-orang di sekitar mereka. Mayoritas dari mereka didasarkan pada orang yang nyata.

10. Pollock (2000)

Film ini menceritakan tentang karier dan perjuangan dengan alkoholisme serta resepsi untuk pekerjaannya. Jackson Pollock adalah seorang pelukis abstrak Amerika yang meninggal pada tahun 1956, pada usia 44. Ia terkenal karena lukisan ekspresionisnya yang dilukis di kanvas besar, yang biasanya dibentangkan di lantai. Bukannya lukisan yang ia buat, ia hanya melempar cat kanvas dan mengolesi kanvas. Dia berjuang dengan alkohol sepanjang hidupnya, dan pada akhirnya alkohol menjadi penyebab kematiannya dalam kecelakaan mobil yang dikendarainya dalam keadaan mabuk. Pollock Film ini dirilis pada tahun 2000 dan aktornya antara lain Ed Harris dan Marcia Gay Harden. Harden memenangkan Academy Award untuk perannya sebagai istri Jackson, Lee Krasner.

9. Rain Man (1988)

Sebagian orang pasti akrab dengan Film ini, “Rain Man” memenangkan 4 Oscar pada tahun 1989, termasuk satu untuk Aktor Terbaik, Dustin Hoffman. Dalam film ini Hoffman berperan sebagai Raymond, sarjana autis yang cacat. Raymond memiliki kecerdasan dan keahlian yang bertentangan dengan alam secara keseluruhan. karakter Raymond di film ini diambil pada seseorang di dunia nyata yang bernama Kim Peek, yang dianggap sebagai sarjana paling cemerlang di dunia. Peek dapat membaca 2 halaman buku dalam waktu sekitar 10 detik dengan matanya. Mata kirinya dapat membaca halaman yang berada di sisi kiri buku dan mata kanannya dapat membaca halaman yang berada di sisi kanan buku. Dia bisa mengingat 98% dari informasi ini. Selain terkenal sebagai “speed calculator”, dia juga bisa mengingat lebih dari sekitar 12.000 buku-buku tentang geografi, sejarah, sastra, dll. Dia juga dapat mendeklarasikan hari atau tanggal dalam sejarah. Tapi pada dasarnya film ini bukan menceritakan kehidupan Kim Peek, tetapi menceritakan tentang charlie, adik Raymond (diperankan oleh Tom Cruise), yang menemukan saudaranya setelah ayah mereka meninggal dan meninggalkan warisan jutaan dolar untuk Raymond. Pada awalnya Charlie hanya menggunakan kemampuan Raymond untuk keuntungan sendiri, tetapi seiring waktu berjalan, Charlie berubah menjadi mencintai kakaknya Raymond. Di film ini, akting Dustin Hoffman sangat sempurna dan cemerlang.

8. Searching for Bobby Fischer (1993)

Robert James Fischer dianggap sebagai salah satu pemain catur terbaik sepanjang masa, dengan prestasi legendaris, termasuk menjadi grandmaster termuda pada usia 15. Film ini menceritakan Joshua Waitzkin, anak ajaib yang mengikuti jejak Bobby Fischer. Di film ini, Waitzkin dimainkan oleh Max Pomeranc. Dia ditemukan sebagai pemain catur yang memiliki bakat alami. Pada film ini dia diasuh oleh instruktur yang ketat. Yosua Waitzkin mulai bermain catur pada usia 6 tahun. Da telah memenangkan 8 gelar individu dan 7 kejuaraan tim.

7. Little Man Tate (1991)

Little Man Tate adalah sebuah film yang disutradarai dan dibintangi oleh Jodie Foster. Film ini menceritakan kisah seorang anak jenius, Fred Tate (7 tahun) yang memiliki bakat piano, jenius dalam hal matematika dan juga dunia artis. Film ini berfokus pada usaha Fred untuk menyesuaikan dirinya di masyarakat, meskipun kecerdasannya menjadi ketegangan psikologis antara dirinya dan ibunya.

6. A Beautiful Mind (2001)

A Beautiful Mind didasarkan pada sebuah buku dengan judul yang sama. Baik film dan novel ini menceritakan kisah tentang ahli matematika pemenang Hadiah Nobel dan Economist, John Forbes Nash. Awalnya, Tom Cruise ditetapkan untuk memainkan peran utama, tapi Crowe dipilih setelah Ron Howard (Sutradara) melihat penampilannya di Gladiator. Film ini mengambil sebagian besar kehidupan Nash, termasuk waktu di Princeton University. Kisahnya meliputi keberhasilan dan keputusasaan Nash. Film ini memenangkan 4 Academy Award, termasuk Best Picture.

5. Amadeus (1984)

Amadeus dianggap sebagai salah satu film drama musikal terbaik yang pernah dibuat. Hal ini ditandai dengan menjadi nominasi untuk 53 award dan memenangkan 40 dari 53 award tersebut, termasuk 8 Academy Award. Film ini diambil dari kehidupan komposer Antonio Salieri dan Wolfgang Amadeus Mozart, keduanya tinggal di Wina, Austria, di akhir abad ke-18. Mozart adalah seorang anak ajaib yang menulis untuk keyboard dan biola pada usia 5 tahun. Di sepanjang hidupnya dia telah menghasilkan lebih dari 600 karya dan dianggap sebagai musisi, anak berbakat alami terbesar sepanjang masa.

4. Dark Matter (2008)

Dark Matter adalah sebuah film yang didasarkan pada kisah Gang Lu, pelaku pembunuhan di University of Lowa. Film ini berfokus pada waktunya di universitas, daripada kejahatan yang ia lakukan. Karakter, Liu Xing, adalah mahasiswa Cina berbakat muda yang diterbangkan ke Amerika untuk belajar fisika di tingkat yang lebih tinggi. Sementara di sana, ia bergabung dengan kelompok kosmologi yang dipimpin oleh Jacob Reiser, seorang ahli kosmologi terkenal. kecemerlangan Xing menjadi jelas dan ia dengan cepat diambil di bawah sayap profesor. Ketika mereka mencoba untuk membuat sebuah model bagi asal usul alam semesta. Namun, Xing menjadi terobsesi dengan studi ‘Dark Matter’, suatu zat yang tak terlihat bahwa ia percaya bentuk alam semesta dan segala isinya, bertentangan dengan teori Reiser’s. Karakter pertempuran egonya, dan perbedaan budaya ketika mencoba untuk mempertahankan kemampuan alami nya bagi ilmu pengetahuan, serta kewarasannya.

3. Powder (1995)

Sean Patrick Flanery memainkan anak albino yang dijuluki “Powder”, yang memiliki kecerdasan luar biasa, telepati dan kekuatan paranormal. Nama asli Anak ini adalah Jeremy Reed. Ibunya disambar petir ketika dia masih dalam kandungan. Anak ini juga memiliki kemampuan untuk merasakan perasaan orang lain di sekitarnya. Jeff Goldblum dan Mary Steenburgen membintangi film ini.

2. The Time Machine (1960 & 2000)

Ada dua film Time Machine (1960 dan 2002), masing-masing berdasarkan novel HG Wells dengan nama yang sama. Meskipun di film protagonis memiliki nama, dalam buku ia hanya dikenal sebagai ‘Time Traveler’, penemu muda berbakat dari New York (versi 2002) Setelah kekasihnyanya dibunuh oleh perampok, ia membangun sebuah mesin waktu yang akan memungkinkan dia untuk kembali untuk menyelamatkan kekasihnya. Setelah menyadari bahwa tidak peduli berapa kali ia kembali, pacarnya selalu terbunuh dengan cara yang berbeda sampai ia pergi ke masa depan tahun 2037. Setelah pingsan, ia terbangun di tahun 802.701 dimana manusia telah kembali ke cara primitif hidup dan tersiksa oleh monster kera yang disebut ‘Morlocks’. Walupun film ini tidak brilian, setidaknya novel ini adalah “wahyu” yang memperkenalkan ide tentang time travel.

1. Finding Forrester (2000)

Film ini menceritakan tentang seorang remaja negro muda, Jamal Wallace, yang memiliki bakat alami yang besar untuk menulis. Ia bertemu pada seorang penulis tua bernama William Forrester, (diperankan oleh Sean Connery). Pada akhirnya persahabatan mereka tumbuh, masing-masing menemukan diri mereka dengan cara yang berbeda. Meskipun Jamal adalah seorang mahasiswa sangat berbakat, tekanan mendorong dia untuk tampil di tingkat rata-rata di sekolah, sedangkan Forrester membantunya memberinya semangat untuk sastra.

(Sumber : http://www.dunia-unik.com/)

Time Traveller: The Girl Who Leapt Through Time

Belum lama ini saya memang sengaja buat ngeborong beli DVD buat ngisi kepenatan setelah UAS selama lebih dari seminggu. Saya memutuskan untuk membeli beberapa film yang salah satunya akan saya bahas dalam posting-an ini.

Film jepang ini berjudul Time Traveler: The Girl Who Leapt Through Time. Kenapa saya tertarik untuk nonton film ini, awalnya sih karena saya memang lagi ‘kegandrungan’ sama film yang bertema atau menceritakan seseorang yang bisa menembus waktu atau masa lampau (setelah sebelumnya nonton The Time Traveler’s Wife dan Time Machine).

Cerita film ini diawali dengan adegan seorang wanita yang berada didalam laboraturium sedang melakukan eksperimennya. Yang diketahui bernama Kazuko Yoshiyama, ibu dari tokoh utama yang akan berpetualang menembus waktu. Sang ibu mengalami kecelakaan sesaat setelah ia menerima sebuah amplop yang berisikan foto dirinya saat masih duduk di bangku sekolah dengan seorang laki-laki yang bernama Kazuo Fakamachi, berdiri  disampingnya. Ternyata foto tersebut mengingatkannya pada masa lalunya dan sang ibu mengutus anaknya, Asaki Yoshiyama untuk menjelajah waktu ke masa lalu tepatnya April 1972 menemui orang yang ada di foto tersebut untuk menagih sebuah janji. Dengan sebuah air yang diambilnya dari laci yang letaknya di lab ibunya tersebut akhirnya asaki menjelajah waktu ke masa lampau namun sayangnya Asaki salah menyebutkan tahun yang harusnya ia datangi. Akhirnya karena keteledorannya itu ia berada di tahun 1974, 2 tahun lebih lama dari tahun yang seharusnya ia ‘kunjungi’.

Orang yang pertama ia temui adalah seorang sutradara amatir yang baru merintis karirnya bernama Kyota Mizorok disebuah lab. Asaki menjelaskan pada Kyota jika ia adalah manusia yang berasal dari masa depan yakni tahun 2010. Setelah ditunjukan berbagai benda khas masa depan seperti handphone, kamera, dan lain-lain akhirnya  Kyota mempercayai apa yang dikatakan Asaki. Selama Asaki ‘berkunjung’ untuk menyelesaikan misinya, ia tinggal di apartemen milik kyota. Kyota sangat membantu Asaki dalam misinya untuk bertemu dengan Kazuo Fakamachi. Dan memberikan saran untuk memasang iklan di surat kabar untuk menemukan Kazuo. Dari seringnya mereka berinteraksi dan curhat inilah mereka menyukai satu sama lain (walaupun secara tersirat). Dalam ‘kunjungannya’ ini pula, Asaki akhirnya bisa melihat dan mengetahui bagaimana sosok ayahnya bernama Masamichi Hasegawa yang mempunyai nama samaran Gogetsu (teman dari Kyota) yang sudah meninggalkan ia dan ibunya saat Asaki berumur masih sangat kecil.

Cerita berlanjut pada tanggal 3 Maret 1974, inilah batas waktu Asaki untuk menemukan Kazuo. Dan ternyata orang yang selama ini ada di foto bersama ibunya dan sedang ia cari adalah orang dari masa depan juga bernama Ken Sagono, tepannya dari tahun 2689. Dahulu ia tidak sengaja untuk menjelajah waktu ke masa lalu dan disana ia bertemu ibu Asaki dan jatuh cinta. Namun Ken menyadari bahwa hal itu tidak mungkin terjadi makanya sebelum ia kembali ke masa depan ia menghapus semua ingatan yang ia dan ibu Asaki lewati berdua.

Asaki menyadari jika ia mencintai Kyota, roleh karena itu sebelum pulang ke masa depan ia meminta waktu sedikit untuk bertemu Kyota yang saat itu harus pergi ke tempat asalnya karena ayahnya sedang sakit keras. Tragisnya Bus yang Kyota naiki itu adalah bus yang selama ini selalu di dengar dan menjadi bus sejarah yang menewaskan 38 orang didalamnya termasuk Kyota (Asaki menyaksikan berita tersbeut pada tahun 2010 sebelum ia ‘berkunjung’ ke tahun 1974). Namun apa daya sejarah tidak dapat diubah, sekeras apapun Asaki mencegah agar Kyota tidak menaiki bus tersebut hal ini mustahil.

Akhirnya Ken menghapus semua ingatan Asaki di tahun 1974 dan kembali ke tahun 2010 melanjuti hidupnya yang normal. Ingatannya tentang Kyota dan hal-hal yang ia lewati di masa lalu mungkin dapat dihapus, namun kenangan didalam hati tidak mungkin bisa dihilangkan. Itu yang diperlihatkan Asaki saat ia menonton film yang dibuat Kyota (yang sengaja diberikan kepada Asaki sebelum ia pergi).

~Untuk seseorang yang dapat melihat pohon cherry di masa depan~

trailer dari film ini:

-SS-

OST Enchanted

well, beberapa hari yang lalu saya menonton film yang diputar disalah satu tv swasta berjudul Enchanted (sebelumnya saya sudah terlebih dahulu menonton film tersebut di DVD). film yang oleh tv swasta itu diputar untuk mengisi liburan lumayan berhasil merefresh otak saya yang akhir-akhir minggu ini sedang ‘diburu’ oleh tugas akhir semester. walaupun sudah beberapa kali menonton film ini rasanya masih fresh saya sense of humor yang disajikan dalam film ini.

film ini adalah film produksi walt disney yang dirilis tanggal 21 November 2007 di Amerika Serikat. film ini berceritakan tentang seorang putri yang mencari cinta sejatinya, akhirnya harus berpetualang di dunia manusia. Putri bernama Giselle ini sejatinya akan menikah dengan Pangeran Edward, tetapi karena ibu tiri Pangeran Edward, Ratu Narrisa tidak merestuinya dan mengirim putri Giselle ke dunia manusia. Disana ia di tolong oleh Robert Philip dan bertemu dengan hari-hari yang menyenangkan. Pangeran Edward yang tahu bahwa Giselle pergi ke dunia manusia pun, lalu menyusulnya. film ini dibintangi oleh Amy Adams, Patrick Dempsey, dan James Marsden.

sebenarnya posting-an ini saya buat bukan untuk menceritakan alur cerita film tersebut (yang menurut saya ending-nya sama alias standar dengan film-film disney yang berakhir dengan sang puti bertemu dengan cinta sejatinya yaitu pangeran charming dan hidupnya berujung dengan happy ending). namu yang menarik perhatian saya adalah backsound atau soundtrack yang menghiasi menit per menit film ini. yang paling berkesan adalah lagu yang dinyanyikan oleh Jon McLaughlin yang berjudul So Close. lagu ini ada pada saat pesta kostum yang dihadiri oleh puteri Giselle dan pangeran Edward. heemmm… lagunya so romantic. padahal aku lebih dari 2 kali nonton film ini tapi ga begitu memperhatikan lagu di scene ini. nyesel deh baru ‘ngeh’ sekarang. hehehe….

dibawah ini adalah lirik lagu dari So Close – Jon McLaughlin :

You’re in my arms
And all the world is calm
The music playing on for only two
So close together
And when I’m with you
So close to feeling alive

A life goes by
Romantic dreams will stop
So I bid mine goodbye and never knew
So close was waiting, waiting here with you
And now forever I know
All that I wanted to hold you
So close

So close to reaching that famous happy end
Almost believing this was not pretend
And now you’re beside me and look how far we’ve come
So far we are so close

How could I face the faceless days
If I should lose you now?
We’re so close
To reaching that famous happy end
And almost believing this was not pretend
Let’s go on dreaming for we know we are
So close
So close
And still so far

dan ini adalah salah satu scene dari film Enchanted yang menampilkan lagu tersebut sebagai backsound.

-SS-

The Chorus

film asal perancis yang berjudul asli Les Choristes ini dirilis pada tahun 2004 dan disutradarai oleh Christophe Barratier. film ini  bersetting sekitar tahun 1940-an di sebuah asrama anak-anak (yang semuanya adalah laki-laki) bernama Fond de L’ Etang (arti harafiah, Dasar Danau). siswa-siswa yang belajar di Fond de L’ Etang ini kebanyakan berasal dari keluarga yang tidak mampu dan anak-anak yatim piatu. kepala sekolahnya yang bernama Mr. Rachin adalah sosok kepala sekolah yang keras dan sangat disiplin.

cerita film ini diawali dengan adegan seorang konduktor dan musisi terkenal, Pierre Morhange yang sebelum pementasannya harus menerima kabar bahwa ibunya telah meninggal dunia, namun secara profesional ia tetap melanjutkan pementasannya (well, show must go on!) dan setelah itu ia langsung bergegas untuk kembali ke kampung halamannya untuk menghadiri pemakaman sang Ibu. di sana ia kembali bertemu dengan teman sekolah masa kecilnya, Pepinot. dari sinilah cerita kemudian berlanjut dengan flashback ke masa-masa mereka masih bersekolah di Fond de L’ Etang….

seorang lelaki paruh baya berjalan mendekati pintu gerbang sebuah sekolah asrama yang cukup sepi dan agak tidak terurus. di atas gerbangnya tertulis Fond de L’ Etang. si lelaki itu bernama Clement Mathieu, ia adalah manta musisi yang melamar pekerjaan sebagai pengawas asrama di sini. ternyata ia dikejutkan dengan adanya seorang anak kecil yang sedang berdiri menunggu seseorang datang. dari kejauhan terdengar seorang laki-laki berteriak memanggil anak tersebut yang ternyata bernama Pepinot.

setelah masuk kedalam asrama Mathieu dikagetkan dengan sistem pengajaran yang sangat keras di asrama yang dipimpin oleh kepala sekolah bernama Mr. Rachin. Mr. Rachin selalu mengatakan “ada aksi pasti ada reaksi”, jadi siapaun yangberbuat nakal dan tidak sesuai peraturan asrama maka sia-siap untuk mendapatkan reaksi yang berupa hukuman (biasanya ditaruh di dalam penjara). namun rasanya Mathieu berpikir bahwa sistem yang selama ini dijalankan oleh Mr. Rachin tidak dapat membendung kenakalan murid-muridnya, malah kenakalan mereka makin menjadi-jadi. ada sesuatu yang salah dalam sistem pendidikan diasrama ini.

karena Mathieu tidak suka dengan hukuman yang dilakukan oleh kepala sekolah, maka ia mempunyai hukuman bagi siswanya dengan caranya sendiri.  Mathieu lebih memilih menghukum seorang siswa untuk mengurus pesuruh sekolah yang sedang sakit ketimbang menghukum siswanya dengan menyuruh mereka untuk membersihkan lantai sekolah. hal itu membuat Mr. Rachin geram. cara Mathieu ini ternyata berbuah manis, siswa-siswanya merasa nyaman dengan yang dilakukan Mathieu. hal ini membuat Mathieu bertekat untuk memberikan sebuah karyanya (lagu) kepada mereka. akhirnya ia berinisiatif untuk membuat sebuah Choir atau paduan suara yangberisikan siswa-siswa Fond de L’ Etang. awalnya Mathieu secara diam-diam (tanpa sepengetahuan guru-guru dan kepala sekolah) mengajarkan anak-anak itu bernyanyi. Mathieu pun menemukan talenta luar biasa dalam hal bernyanyi dari siswa-siswa ini. inilah awal yang membuat jalan hidup semua orang yang terlibat di dalamnya berubah.

salah satu anak yang special didalam paduan suara itu adalah Pierre Morhange yang sering disebut sebagai si ‘wajah malaikat’ oleh guru-guru lain di asrama karena wajahnya yang ‘innocent’ dan baik namun dibalik wajahnya yang terlihat baik itu ia adalah anak yang nakal, keras kepala. Pierre mempunyai suara emas yang membuat paduan suara itu menjadi berbeda. dengan suara emasnya yang itu, Pierre membuat Mathieu terkagum-kagum. ia mendapat kehormatan untuk bernyanyi secara solo. hal ini secara tidak langsung merubah sikap dan sifat Pierre menjadi bersahabat dan membantu Mathieu didalam paduan suara. namun, perjuangan paduan suara ini berakhir disaat sekolah asrama tempat mereka belajar dan tinggal dibakar oleh Mondain, salah satu mantan murid di asrama Fond de L’ Etang. Mondain dendam karena pernah dituduh mencuri uang sekolah dan dimasukan ke penjara. sialnya pada saat kebakaran terjadi, Mathieu yang sedang bertugas menjaga asrama. akhirnya Mathieu dipecat dan sekolah ditutup.

akhirnya, anak-anak tersebut dikembalikan kepada orangtua masing-masing. sementara Pepinot yang yatim-piatu dibawa dan diurus oleh Mathieu. Pierre akhirnya mendapat beasiswa dan masuk sekolah musik di Lyon, hingga ia menjadi musisi berbakat dan terkenal sampai sekarang.

film ini sangat inspiratif sekali, banyak adegan-adegan yang membekas dihati saya. misalnya saja adegan dimana Pierre mencoba menyanyi dikelas tanpa sepengetahuan orang lain. adegan dimana mereka berlatih suara, rasanya damai dan nyaman sekali mendengar dan melihat mereka bernyanyi membuat bulu kuduk saya berdiri (didukung juga dengan musik dan soundtrack yang bagus). adegan yang membuat saya menangis terharu adalah dimana saat Mathieu harus meninggalkan sekolah karena dipecat, murid-murid tersebut tidak secara langsung mengucapkan salam perpisahan tetapi mereka satu persatu menerbangkan pesawat dari kertas dan memberikan ucapan perpisahan melalui kertas tersebut.  Film ini banyak mendapatkan penghargaan untuk film berbahasa asing terbaik di beberapa ajang penghargaan (Salah satunya Academy Award tahun 2005). bertambah lagi film favorit saya….

-SS-

It’s You, Jean-Baptiste Maunier!

ada yang udah pernah nonton Les Choristes atau The Chorus? film yang berasal dari perancis ini banyak menuai pujian dan penghargaan salah satunya adalah penghargaan dari academy awards tahun 2005 sebagai film berbahasa asing terbaik danmenang dalam sejumlah festival-festival film Internasional. saya ga akan secara detail menceritakan tentang filnya (ada postingan khususnya nanti yaa..) tapi saya akan membahas salah satu aktor yang bermain di dalam film ini. yaitu Jean- baptiste Maunier. didalam The Chorus, Jean-Baptiste berperan sebagai Pierre Morhange salah satu siswa dari sekolah Fond de L’ Etang. Perannya dalam film ini memang amat dominan dari pemeran anak-anak yang lainnya. ga disangka ga diduga dibalik sifatnya yang pendiam dan amat dingin ternyata Pierre punya suara emas yang patut dibanggakan. dan itulah awal mula saya suka dengan Jean-Baptiste!. saya mulai mencari-cari info tentang Jean-Baptiste di ‘opa Google’. tapi sayang bahasa yang digunakan kebanyakan bahasa perancis (ga ngerti maaan…!!!hahaha). oia FYI, saat bermain di film The Chorus ia baru berusia sekitar 13 atau 14 tahun.

Jean-Baptiste Maunier lahir pada tanggal 22 Desember 1990 (sebaya sama saya.. *jingkrak2* hahaha). Lahir dari orang tua bernama Thierry dan Muriel Maunier, Jean-Baptiste memiliki adik laki-laki bernama Benyamin. Sewaktu kecil ia dibesarkan di Lyon, Perancis. film yang pernah ia bintangi selain The Chorus adalah Le Cri (2006) – mini seri ; Picolo, Saxo et compagnie (2006) ; Le Grand Meaulnes (2006) ; Hellphone (2007) ; L’Auberge rouge (2007). sayangnya belum ada yang saya tonton kecuali The Chorus tadi. selain sebagai aktor sebenarnya ia lebih dahulu terjun di dunia seni sebagai penyanyi dan tergabung dalam paduan suara Les Enfoirés. ia juga sempat membuat album duet bersama penyanyi muda perancis bernama Clemente

JBM beranjak dewasa. ehemmm...

JBM saat bermain di film The Chorus, usianya saat itu 13 thn.

Film Asing Box Office Segera Beredar Lagi? Angin Segar Bagi Penikmat Film.

Pemerintah memastikan film-film asing Box Office akan beredar kembali di Indonesia meski importir film Motion Picture Association (MPA) belum membayar tunggakan bea masuk kepada pemerintah.

 Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik usai rapat internal di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis mengatakan, pemerintah mendahulukan film-film asing agar bisa masuk kembali ke Indonesia sedangkan masalah tunggakan pajak bisa diselesaikan melalui mekanisme lain.

“Datang dulu filmnya, itu urusan perpajakan kan ada pengadilannya. Target kita film masuk dulu normal, karena itu yang diminta,” ujar Jero.

Dengan demikian, lanjut dia, gedung-gedung bioskop pun kembali ramai sehingga terhindar dari kebangkrutan. Jero menjelaskan para importir boleh kembali memasukkan film-film asing setelah Kementerian Keuangan pada pekan depan mengeluarkan Surat Keputusan yang memperbaharui pajak impor film asing.

“Semua boleh impor menunggu SK itu. Kalau itu sudah keluar, semua film hollywood bisa masuk lagi. Itu target kita sehingga gedung bioskop ramai lagi,” katanya.

SK itu pada prinsipnya menyederhanakan pajak impor film asing menjadi satu macam saja yang disebut pajak spesifik. Tadinya, pemerintah memberlakukan tiga jenis pajak untuk impor film asing, yaitu Pajak Pertambahan Nilai (PPN), pajak royalti, dan pembayaran bea masuk.

Meski demikan, Jero memastikan nominal pajak tersebut akan lebih besar dari yang sebelumnya dikenakan oleh pemerintah kepada para importir.

“Dulu sudah terlalu lama pajaknya kecil, sekarang dinaikkan. Importirnya mau, malah mereka yang mengusulkan kalau sekian cocok sudah,” ujarnya.

Namun, Jero tidak bisa menyebutkan besaran pajak tersebut dengan alasan lupa.

Saat ini, baru satu dari tiga importir film asing yang melunasi tagihan bea masuk sebesar Rp9 miliar, yaitu PT Amero Mitra.

Namun, perusahaan tersebut khusus mengimpor film-film non MPA (Motion Pictures Association).

Sedangkan dua perusahaan lagi yang mengimpor film-film MPA yang tergolong box office, yaitu PT Camila Internusa dan PT Satrya Perkasa Estetika belum melunasi tagihan bea masuk impor film termasuk pembayaran dendanya.

Menurut Jero, sampai saat ini Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan belum berencana menuntut perusahaan tersebut ke pengadilan pajak.

Sumber metrotvnews.com

MY NOTE :

kebijakan yang saat ini dibuat oleh pemerintah sebenarnya akan menjadi boomerang sendiri. lihat saja bioskop-bioskop jadi sepi pengunjung karena tidak bisa dipungkiri film-film asing masih menjadi magnet untuk menarik minat penonton terlebih film-film Indonesia saat ini belum melepaskan genre film horor yang dibalut dengan sex. Dilema dan Ironis. dan semoga janji pemerintah yang berniat untuk menaikan pajak film asing agar bisa memajukan perfilman dalam negeri bisa tercapai, untuk sekian kalinya semoga ini bukan hanya wacana tapi dapat terealisasikan, sebab perfilman tanpa adanya dukungan (materi dan non materi) dari pemerintah tidak akan bisa berjalan. kita lihat saja perfilman di Jepang, Korea Selatan, dan Thailand pemerintah 100 % membantu insan filmnya untuk berkarya sekreatif mungkin agar bisa mengahsilkan film-film yang berkualitas. negara tetangga kita aja bisa, kenapa kita ga bisa?! ya kan?

(masih berharap Harry Potter and The Deadly Hallows Part 2 bisa tayang di Indonesia). Semoga. hehehhe…

-SS-

Harry Potter and Voldemort

Anehnya Judul Film Nasional. *eh?!*

Bagi sebagian besar penonton film, hal yang biasa dilihat sebelum menonton adalah judul filmnya, karena biasanya judul itu adalah cerminan dari keseluruhan isi dari filmnya. Tapi, belakangan ini rasanya judul film tidak terlalu penting, yang penting judulnya kontroversi dan heboh dan kebanyakan tidak ada benang merahnya dengan tema dan isi film. Jika saya bertanya apakah kalian sering lihat poster film yang judulnya bikin geleng-geleng kepala? aneh dan ga masuk logika? heeemm…. saya rasa PASTI kebanyakan dari kalian sering melihat hal tersbut apalagi belakang ini. well guys, ternyata hal ini bukan terjadi dijaman sekarang (kisaran tahun 2000-2011 saja), tapi udah dari dulu-dulu alias film jadul Indonesia. Dimulai sejak tahun 1980-an, judul-judul film Indonesia mulai aneh-aneh. Seperti Nafsu Gila, Nafsu Besar Tenaga Kurang, Ganasnya Nafsu, Goyang Sampai Tua, Saat Saat Kau Berbaring Didadaku, Gairah Yang Nakal. Puncaknya, judul-judul film beraroma seks ada pada sekitar tahun 1990-an. Seperti Ranjang Yang Ternoda, Ranjang Pemikat, Godaan Membara, Wanita Dalam Gairah, Permainan Binal, Getaran Nafsu, Gairah Yang Panas, Bisikan Nafsu, Gadis Erotik, Gejolak Seksual, Puncak Kenikmatan (bacanya aja serem.. hahahha). baru pada tahun 2000-an adalah beberapa judul film yang ‘mendingan’, enak didenger dan ‘intelek’ seperti Petualangan Sherina, Bintang Jatuh, Bunga, Ada Apa Dengan Cinta, Biola Tak Berdawai, Pasir Berbisik, Tangisan Bidadari, Gie. Namun, pada tahun 2008 ‘krisis’ judul film Indonesia kembali merebak terutama film yang bertema horor. Seperti Hantu Jeruk Purut,  Dendam Pocong, Leak, Terowongan Casablanca, Ada Hantu Disekolah. Sampai saat ini, film-film sejenis itu, masih berkeliaran di belantika perfilman Indonesia. Seperti Paku Kuntilanak, Suster Ngesot, Kutukan Suster Ngesot, Tali Pocong Perawan, Susuk Pocong, Diperkosa Setan, Rintihan Arwan Perawan, Kain Kafan Perawan. Suster Keramas, Pocong Mandi Goyang Pinggul, sampai yag terbaru adalah Pelet Kuntilanak. (eeerrrr… liat dan dengernya aja males, apalagi nonton. hehehhe).

sayangnya Lembaga Sensor Film berdalih tidak ada wewenang untuk menyensor judul film yang ‘aneh bin ajaib’ yang selama ini beredar. dengan merujuk kepada Undang-Undang Perfilman yang baru (Nomor 33, Tahun 2009) Bab VI tentang Sensor Film Pasal 57 ayat 2 dijelaskan

  • penelitian dan penilaian tema, gambar, adegan, suara, dan teks terjemahan suatu film yang akan diedarkan dan/ataudipertunjukkan kepada khalayak umum;
  • Penentuan kelayakan film dan iklan film untuk diedarkan dan/atau dipertunjukkan kepada khalayak umum; dan
  • Penentuan penggolongan usia penonton film.

dalam ayat ini tidak dijelaskan hak LSF untuk meneliti dan memberi penilaian tentang judul film. oleh karena itu jangan heran jika film-film yang judulnya ‘aneh bin ajaib’ itu beredar ke masyarakat. padahal dalam pasal yang sama ayat 3 dijelaskan maksud dari penyensoran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan dengan prinsip memberikan perlindungan kepada masyarakat dari pengaruh negatif film dan iklan film. (kalo situasinya seperti ini, perlindungan seperti apa ya yang dillakukan LSF??? *mikir*). mungkin ada perlunya untuk merevisi UU Perfiman tersebut..?!

-SS-

THE GODFATHER, the best movie EVER!

The Godfather adalah film produksi tahun 1972 yang disutradarai oleh Francis Ford Coppola (Ayah dari Sutradara wanita Sofie Coppola-lost in translation). cerita film ini diadaptasi dari novel berjudul sama karya Mario Puzo. menceritakan tentang sebuah keluarga Mafia berasal dari Italia yang hidup di Amerika Serikat, dipimpin oleh seorang bernama Don Vito Corleone — yang diberi julukan Godfather karena ia kerap dimintai ‘tolong’ oleh orang keturunan italia yang juga hidup di Amerika. kehidupan Keluarga Corleone sebagai sentral cerita film digambarkan layaknya keluarga aristokrat kaya dan berpengaruh. Tidak ada adegan perjudian kelas bawah, tempat pelacuran murah, atau aktivitas-aktivitas gelap lain yang biasa menjadi ladang bisnis gangster papan bawah. Sebaliknya, sepanjang film berseliweran orang-orang berpakaian tuksedo rapi dengan gerak tubuh dan artikulasi yang elegan, bergaul dengan kalangan selebritis, dekat dengan politisi federal dan penegak hukum yang membekingi operasi ilegal mereka, dan segala aspek gaya hidup glamor lainnya.

The Godfather

letak kekuatan The Godfather adalah film ini dapat membentuk image baru mafia ke dalam ingatan kolektif publik yang pernah menontonnya. The Godfather, walau tidak sampai menggiring orang untuk berpikir kalau anggota mafia itu orang baik dan layak diteladani, berhasil menanamkan rasa empati publik dengan menampilkan citarasa berkelas dan sisi manusiawi dari mereka yang selama ini dianggap sebagai sampah masyarakat. Penonton diajak untuk bersimpati kepada Don Corleone yang kebapakan dan keluarganya yang “dizalimi” oleh Emilio Barzini, Philip Tattaglia, dan segenap komplotannya. Pada akhir film mereka bersorak ketika Michael Corleone (Al Pacino) – sang kepala keluarga baru yang naik menggantikan ayahnya.

film The Godfather memenangkan piala Oscar untuk film terbaik, skenario adaptasi (Francis Ford Coppola dan Mario Puzzo), dan pemeran utama pria (Marlon Brando), di samping delapan nominasi lainnya. berkat kesuksesan The Godfather, kelanjutan 2 sekuelnya pun dibuat.

Archives