KWACI, I’M IN LOVE!!!!!!!

lagi kegandrungan sama kuaci. cemilan yang satu itu bikin ketagihan. sebulan ini saya selalu ditemani sama kuaci. dari bangun tidur (sumpah demi apapun belom gosok gigi langsung nyemilin kuaci) sampe mau tidur tetep gigitin kuaci. mungkin arwah hamster penasaran sedang masuk di tubuh saya (maksud lo?!). sampe pergantian tahun pun makanan yang jadi menu wajib adalah kuaci, jagung bakar atau ayam bakar mah lewat. sampe-sampe malam tahun baru saya, adik saya dan sepupu bikin lomba siapa yang bisa ngupas kulit kuaci paling cepet. lalalalala… lumayan bisa ngilangin bete karena ga ada acara apa-apa pas malem tahun baru kemaren (ngenes!) hahaha. Suatu siang saya kepikiran buat nyari tau asal muasal kuaci yang begitu bikin saya OD ini. akhirnya setelah tanya ke opa google, dapetlah artikel tentang asal muasal kuaci dan manfaatnya bagi tubuh

Kuaci berasal dari biji tanaman bunga matahari. Tanaman yang berasal dari Meksiko dan Peru ini sejak tahun 1700 menyebar ke banyak negara. Tanaman bunga tersebut kemudian dibudidayakan secara besar-besaran di Jerman, Perancis, Rumania, Bulgaria, Rusia, Hongaria, dan Amerika Serikat. Tanaman bunga matahari masuk ke kawasan Indonesia sekitar tahun 1907, diperkenalkan oleh para ahli pertanian Belanda. Masyarakat Sunda dan Jawa menyebut bunga matahari sebagai bunga srangenge.
Mulanya tanaman bunga matahari dibudidayakan sebagai tanaman hias. Belakangan bijinya dimanfaatkan sebagai kuaci dan sumber minyak untuk produk kosmetika. Sentra budi daya tanaman bunga matahari berada di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Proses pembuatan kuaci sesungguhnya sederhana saja. Secara tradisional kuaci dibuat dengan prinsip pengeringan dan penyangraian. Pengeringan dapat dilakukan dengan sinar matahari atau menggunakan oven. Tujuan dari proses pengeringan tersebut adalah untuk menurunkan kadar air, sehingga biji menjadi awet untuk disimpan lama pada suhu kamar.
Selanjutnya proses penyangraian bertujuan untuk memberikan aroma sedap pada biji. Penambahan garam dalam pembuatan kuaci dimaksudkan untuk memberikan rasa gurih dan meningkatkan daya awet. Selain garam, pada pembuatan kuaci juga sering ditambahkan bumbu agar menjadi lebih sedap

Bunga Matahari, salah satu camilan yang sehat adalah kuaci, walaupun taktik jitu diperlukan saat mengonsumsi agar garam tidak ikut termakan. Yang lebih menarik ialah bahwa zat-zat gizi yang ada di dalam kuaci mampu menangkal kanker, hipertensi, dan menurunkan kadar kolesterol jahat. Kuaci merupakan biji buah semangka (Citrullus vulgaris), bunga matahari (Helianthus annuus), labu kuning atau waluh (Cucurbita moschata), serta labu jenis lainnya yang telah melewati berbagai proses pengolahan. Bagian terpenting kuaci adalah kotiledon, yaitu bagian dalam biji yang enak dimakan sebagai kudapan yang bernilai gizi tinggi. Selama ini kuaci identik sebagai produk dari Cina. Sebenarnya Indonesia memiliki potensi besar mengembangkan kuaci sebagai alternatif pemanfaatan biji semangka dan waluh untuk dijadikan makanan yang dapat dijual dan menghasilkan uang.

nah kebuktikan kalo cemilan ini banyak banget manfaatnya. jadi makanlah kuaci sesering dan sebanyak mungkin (pembelaan diri). anyway, berhubung stock kuaci dirumah udah abis, kayanya saya musti buru-buru ngacir ke supermarket buat beli.. dadaaahhh….. selamet ngemil!

Starting a New Day!

hemm…. tanggal 1 bulan 1 di tahun yang baru 2012. sedang apa saya di tahun baru ini? adakah hal yang baru yang sedang saya lakukan? ternyata sama aja tuh. tetep duduk di depan laptop, sambil tak tik tuk pencet tuts keyboard laptop ngerjain tugas take home test untuk UAS saya. miris ditengah hiruk pikuk tahun baru, satu hari setelah tahun baru saya musti konsentrasi buat UAS semester 5 ini. fokus demi masa depan yang lebih baik. ya semoga saja tahun baru ini jadi lebih baik (harapan yang terlalu klise… hooaaaammm!)

My Poor brother!

Semalem abis kemana? ngapain aja? dimana kamu menghabiskan pergantian malam tahun baru? apa kembang apinya bagus? lalalalala… pertanyaan-pertanyaan itu saya lihat banyak bermunculan di timeline jejaring sosial saat saya berusaha login ke akun saya yang sudah beberapa hari memang sengaja tidak saya buka (itu semacam latihan, berharap tahun 2012 saya tidak jadi seorang yang maniak update status tiap detik. kelihatannya berhasil). well, flasback semalam sebelumnya… di tanggal 31 Desember 2011 itu intinya saya ga ngapa-ngapain. ditemani teman sejati yang ga pernah protes, ngeluh ataupun ngomel-ngomelin saya (red: TV) saya menghabiskan malam pergantian tahun baru…. kasian? iya memang saya seonggok manusia yang perlu dikasihani. maklum Fakir Cinta. lalalalala…. tapi seenggaknya ada sepupu setia saya Tessa, dan adik saya Yudha yang nemenin saya nonton sampe jam 12 malam. FYI, adik tercinta saya baru aja diputusin pacarnya tepat 5 jam sebelum pergantian tahun… dia sebenernya yang harus DIKASIHANI….

Beberapa stasiun TV isinya memutar film-film box office hollywood yang dilabeli ‘tayang perdana di TV’, beberapa lainnya menghadirkan suguhan mega konser nan megah yang disiarkan langsung dari salah satu tempat rekreasi keluarga di utara Jakarta, isinya? boyband, girlband, dan band-band yang bukan selera saya dan suguhan dari magician yang dikubur hidup-hidup didalam semen dan beton seberat 2 ton selama 12 jam, yang menurut saya menggelikan dibanding menakutkan. Mungkin cuma siaran live BPL yang bikin saya lumayan terhibur karena MU dikalahkan oleh Blackburn 2-3 di kandangnya sendiri Old Trafford. YIPPIEE…

15 menit menuju tahun 2012, liat TV, gonta ganti channel sana sini hampir semua menayangkan countdown untuk menyambut tahun baru. Hampir terlupa, kembang api! ya, mana asik ngerayain malem tahun baru tanpa kembang api.. pasti ga rame. sayangnya saya ga sempet liat kembang api yang cantik nan menakutkan itu.. saya cuma bisa denger suaranya dari kejauhan juga sorak-sorak orang yang ramai diluar. Actually, saya ga begitu suka kembang api. meskipun orang-orang bilang kembang api itu bisa buat suasana seru, romantis dan blablabla. tetep menakutkan bagi saya.

Dimana saya saat jam menunjukan pukul 00.00? bukan di halaman rumah sambil pegang kembang api seperti tahun kemarin, bukan di ruang keluarga sambil ketawa ketiwi dengan anggota keluarga. saat orang-orang bersorai ramai berteriak “HAPPY NEW YEAR” sambil meniup terompet, saya mematikan lampu kamar dan berdiam sejenak untuk merenung dan berdoa “Ya Allah, semoga apapun yang saya lakukan hari ini, besok, lusa dan bulan-bulan berikutnya Engkau selalu ada disetiap langkahku…. “. Entah kenapa, jujur saya sangat jarang melakukan hal itu. mungkin saya sudah sadar bahwa tidak pantas meniup terompet di tengah malam nan sunyi yang akan mengganggu para tetangga atau saya hanya terlalu malu karena sudah tidak pada umurnya lagi untuk bersenang-senang macam anak-anak. Ini hanya pemikiran saya yang memang sedang sendiri dan ga ada teman untuk merayakan tahun baru (intinya pembelaan diri! hehehehe…).

“the start of a new year is a good time to reflect on the many achievements of the past”

bagaimana malam tahun baru kalian?

SELAMAT MERENUNG!

NB: lagu ini mengiringi saya melewati pergantian tahun kali ini. hasilnya? mata bengkak keesokan harinya!

Hormati Orang yang sedang Berpuasa?!

Akhirnya bisa merasakan juga bulan suci yang penuh dengan keberkahan, kasih sayang dan ampunan yaitu bulan Ramadhan. sebagai salah satu orang yang beruntung bisa merasakan bulan suci ini saya harus beribadah dengan khusyuk dan full. umur siapa yang tahu mungkin tahun depan saya sudah tidak bisa merasakannya kembali, ya kan? *muka serius*

anyway, berhubungan dalam bulan Ramadhan, ada satu hal yang menggelitik pikiran saya akhir-akhir ini (tepatnya baru menyadari) yaitu setiap bulan puasa tempat-tempat makan atau restoran-restoran dilarang berbuka sebelum magrib tiba, jika ingin tetap nekat jualan maka pedagang-pedangan itu diharuskan menggunakan semacam penutup/gorden untuk menutupi tempat jualannya/makanan yang dijajakan dengan alasan (yang menggelitik rasional saya, azzzeeekk dah! hahaha) agar orang yang berpuasa tidak terganggu atau tergoda puasanya. kalo kalian melanggar peraturan tersebut siap-siap kalian terkena razia para Satpol PP.

nah sekarang saya tanya ke kalian, apakah kalian tergoda puasanya pas ada orang di dekat kalian makan es atau ngemil gado-gado? atau kalian terganggu puasanya kalo ngeliatin orang makan, minum, pipis (yang terakhir ga termasuk, maaf!) ? kalo jawaban kamu kebanyakan IYA berarti iman lo tipis men….. (makanya pake yang double biar ga tembus, *eh?* hahaha).

gini deh ya, namanya puasa itu kan musti ada godaannya kan ya? kalo ga ada godaan/ diminimalisir godaannya gimana caranya kita buat tau seberapa tingkatan kita dalam beribadah apakah naik/malah merosot dari tahun sebelumnya? ya kan?. lagipula kalo puasa dipermudah dimana nilai dari puasa tersebut? tull ga? (sotoy lo vi! biarin sekali-kali nyeramahin orang!). satu lagi, kita ini tinggal di dalam negara yang latar belakangnya berbeda-beda… beda suku, budaya, dan AGAMA. nah, agama di Indonesia bukan cuma Islam tetapi masih banyak agama lain (yang butuh makan alias kebutuhan primer di siang bolong). bukannya orang yang berpuasa juga harus menghormati orang yang tidak berpuasa juga? come on… jangan cuma pengen dihormati aja dong. ada baiknya sebelum kamu minta dihormati kamu hormati dulu orang lain (dalam hal ini orang2 yang ‘tidak berpuasa’). jadi pertanyaan saya berikutnya kenapa orang berjualan dibulan puasa juga harus dilarang? emangnya Satpol PP dan antek2nya yang ngerazia itu mau ngebiayaain hidup mas-mas/ibu-ibu yang pada jualan?? kasian kan, mereka nyari nafkah dan penghasilan hidup cuma dengan berjualan. mari merenung sama-sama! #eeeaaa

dan entah sejak kapan budaya “hormati yang puasa” itu berlaku karena pada dasarnya, ibadah itu adalah urusan pribadi seseorang dengan Tuhannya, meskipun dilakukan secara bersama-sama dalam sebuah komunitas. kita hidup dalam masyarakat yg plural dengan berbagai agama, kepercayaan, jg kepentingan dan kebutuhan. ada baiknya budaya itu dihilangkan dan sewajarnya kita tidak memberikan batasan-batasan kepada orang lain yang berjualan untuk buka jam sekian, tutup jam sekian, harus ini, harus itu, dan lain sebagainya hanya dengan alasan MENGHORMATI YANG SEDANG PUASA.

well, kasian sekali yah yang minta dihormati, secara tidak langsung ia mencap dirinya sebagai manusia yang tipis iman! nauzubilah.. semoga kita bukan termasuk ke dalam orang yang tipis imannya tadi.

HAPPY FASTING ALL!

5 Permainan Klasik Anak Indonesia

setelah memposting ‘DERITA’ anak-anak tetangga yang susah nyari lapangan untuk bermain bola, saya tidak sengaja membuka sebuah artikel dari internet (di artikel aslinya sebenarnya ada 10 permainan, tapi saya mengambil permainana yang dulu sering saya mainkan saja) yang membahas berbagai macam permainan anak-anak jaman saya kecil dulu. duh, jadi kangen deh mau main permainan ini lagi….. Permainan – permainan klasik dari Indonesia ini mungkin akan mengingatkan pada masa – masa kecil anda yang manis, permainan yang banyak melibatkan kegiatan fisik ini sekarang sudah sangat jarang dimainkan anak jaman sekarang, tergantikan dengan PS, Game Onilne dan Aktifitas digital lainny yuk disimak artikelnya kali aja mengingatkan kalian sama masa anak-anak kalian.

Berikut 5 permainan klasik khas Indonesia… Selamat bernostalgia….

1. Permainan Benteng

adalah permainan yang dimainkan oleh dua grup, masing – masing terdiri dari 4 sampai dengan 8 orang. Masing – masing grup memilih suatu tempat sebagai markas, biasanya sebuah tiang, batu atau pilar sebagai ‘benteng’.

Tujuan utama permainan ini adalah untuk menyerang dan mengambil alih ‘benteng’ lawan dengan menyentuh tiang atau pilar yang telah dipilih oleh lawan dan meneriakkan kata benteng. Kemenangan juga bisa diraih dengan ‘menawan’ seluruh anggota lawan dengan menyentuh tubuh mereka. Untuk menentukan siapa yang berhak menjadi ‘penawan’ dan yang ‘tertawan’ ditentukan dari waktu terakhir saat si ‘penawan’ atau ‘tertawan’ menyentuh ‘benteng’ mereka masing – masing.

2. Congklak

Congklak adalah suatu permainan tradisional yang dikenal dengan berbagai macam nama di seluruh Indonesia. Biasanya dalam permainan, sejenis cangkang kerang digunakan sebagai biji congklak dan jika tidak ada, kadangkala digunakan juga biji-bijian dari tumbuh-tumbuhan.

Permainan congklak dilakukan oleh dua orang. Dalam permainan mereka menggunakan papan yang dinamakan papan congklak dan 98 (14 x 7) buah biji yang dinamakan biji congklak atau buah congklak. Umumnya papan congklak terbuat dari kayu dan plastik, sedangkan bijinya terbuat dari cangkang kerang, biji-bijian, batu-batuan, kelereng atau plastik. Pada papan congklak terdapat 16 buah lobang yang terdiri atas 14 lobang kecil yang saling berhadapan dan 2 lobang besar di kedua sisinya. Setiap 7 lobang kecil di sisi pemain dan lobang besar di sisi kananya dianggap sebagai milik sang pemain.

Pada awal permainan setiap lobang kecil diisi dengan tujuh buah biji. Dua orang pemain yang berhadapan, salah seorang yang memulai dapat memilih lobang yang akan diambil dan meletakkan satu ke lobang di sebelah kanannya dan seterusnya. Bila biji habis di lobang kecil yang berisi biji lainnya, ia dapat mengambil biji-biji tersebut dan melanjutkan mengisi, bisa habis di lobang besar miliknya maka ia dapat melanjutkan dengan memilih lobang kecil di sisinya. bila habis di lubang kecil di sisinya maka ia berhenti dan mengambil seluruh biji di sisi yang berhadapan. Tetapi bila berhenti di lobang kosong di sisi lawan maka ia berhenti dan tidak mendapatkan apa-apa.

Permainan dianggap selesai bila sudah tidak ada biji lagi yang dapat dimabil (seluruh biji ada di lobang besar kedua pemain). Pemenangnya adalah yang mendapatkan biji terbanyak.

3. Petak Umpet

Dimulai dengan Hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi “kucing” (berperan sebagai pencari teman-temannya yang bersembunyi). Si kucing ini nantinya akan memejamkan mata atau berbalik sambil berhitung sampai 25, biasanya dia menghadap tembok, pohon atau apasaja supaya dia tidak melihat teman-temannya bergerak untuk bersembunyi. Setelah hitungan sepuluh, mulailah ia beraksi mencari teman-temannya tersebut.

Jika ia menemukan temannya, ia akan menyebut nama temannya yang dia temukan tersebut. Yang seru adalah, ketika ia mencari ia biasanya harus meninggalkan tempatnya (base?). Tempat tersebut jika disentuh oleh teman lainnya yang bersembunyi maka batallah semua teman-teman yang ditemukan, artinya ia harus mengulang lagi, di mana-teman-teman yang sudah ketemu dibebaskan dan akan bersembunyi lagi. Lalu si kucing akan menghitung dan mencari lagi.

Permainan selesai setelah semua teman ditemukan. Dan yang pertama ditemukanlah yang menjadi kucing berikutnya.
Ada satu istilah lagi dalam permainan ini, yaitu ‘kebakaran’ yang dimaksud di sini adalah bila teman kucing yang bersembunyi ketahuan oleh si kucing disebabkan diberitahu oleh teman kucing yang telah ditemukan lebih dulu dari persembunyiannya.

4. Gasing

Gasing adalah mainan yang bisa berputar pada poros dan berkesetimbangan pada suatu titik. Gasing merupakan mainan tertua yang ditemukan di berbagai situs arkeologi dan masih bisa dikenali. Selain merupakan mainan anak-anak dan orang dewasa, gasing juga digunakan untuk berjudi dan ramalan nasib.

Sebagian besar gasing dibuat dari kayu, walaupun sering dibuat dari plastik, atau bahan-bahan lain. Kayu diukir dan dibentuk hingga menjadi bagian badan gasing. Tali gasing umumnya dibuat dari nilon, sedangkan tali gasing tradisional dibuat dari kulit pohon. Panjang tali gasing berbeda-beda bergantung pada panjang lengan orang yang memainkan.

5. Kasti

Kasti atau Gebokan merupakan sejenis olahraga bola. Permainan yang dilakukan 2 kelompok ini menggunakan bola tenis sebagai alat untuk menembak lawan dan tumpukan batu untuk disusun. Siapapun yang berhasil menumpuk batu tersebut dengan cepat tanpa terkena pukulan bola adalah kelompok yang memenangkan permainan. Pada awal permainan, ditentukan dahulu kelompok mana yang akan menjadi penjaga awal dan kelompok yang dikejar dengan suit. Kelompok yang menjadi penjaga harus segera menangkap bola secepatnya setelah tumpukan batu rubuh oleh kelompok yang dikejar. Apabila bola berhasil menyentuh lawan, maka kelompok yang anggotanya tersentuh bola menjadi penjaga tumpukan batu. Kerjasama antaranggota kelompok sangat dibutuhkan seperti halnya olahraga softball atau baseball.

(Sumber : http://www.beritaunik.net)

Impian Mereka Punya Lapangan untuk Bermain Bola

hari minggu di jam sore seperti ini pasti terganggu sama berisiknya anak-anak tetangga yang lagi main bola. padahal rumah saya ga bersebelahan di lapangan bola nan luas atau lapangan apapun yang ideal untuk bermain anak-anak ini…. ya, anak-anak ini bermain di tengah jalan tempat berseliweran (maaf, kalo kata-katanya susah untuk dicerna..) kendaraan bermotor. bahaya? PASTILAH iya. tapi kayanya anak-anak ini ga mikirin tuh. malah mereka asyik bermain ketawa-ketiwi, teriak-teriakan saat salah satu temannya memasukan bola ke gawang lawan layaknya pemain bola profesional mereka berpelukan merayakan gol kemenangan (oke, kalimat terakhir saya terlalu berlebihan..!). 

saya melihat permainan anak-anak ini sambil duduk di depan teras rumah dengan laptop kesayangan saya. kadang lucu juga melihat tingkah dan pola mereka yang masih lugu. sebentar ketawa eh sebentar lagi beranten gara-gara salah satu temannya dijatuhkan oleh tim lawan. duh.. duh… jangan sampe rusuh ya adik-adik. saya sih enjoy aja sama kegiatan yang mereka lakukan toh berolahraga sehat kan?? tapi mama saya agak terganggu sama anak-anak ini, selain mengganggu karena teriakan mereka, kadang bola yang mereka mainkan suka masuk ke daerah rumah saya yang bersebelahan dengan jalanan yang dijadikan mereka sebagai ‘lapangan’. untuk mengambil bola, anak-anak itu naik ke atas pagar rumah kami yang memang tidak terlalu tinggi dan masih terjangkau untuk mereka naiki. tapi bukannya itu ga sopan ya? (duuh, adik-adik seusia mereka kan lagi bandel-bandelnya). mama suka teriak-teriakan kalo mereka udah naik ke atas pagar rumah. niat mama marah-marah ke mereka bagus sih, supaya mereka jangan naik-naik pagar (kalo jatuh dan celaka, bisa-bisa mama yang disalahin orang tua mereka). akhirnya  saya coba berbicara sama anak-anak itu kalo mau mengambil bola jangan naik ke atas pagar rumah tapi lewat pintu rumah biar sopan. awal-awalnya sih mereka masih aja manjat pagar rumah saya tapi setelah (LAGI-LAGI) diingatkan untuk lewat pintu mereka sekarang jadi lebih nurut tuuh…

sebenarnya saya kasian dan prihatin sekali sama anak-anak ini, siapa yang ga prihatin coba untuk bermain bola dan lain-lain yang diharuskan mereka lakukan di lapangan, mereka terpaksa melakukannya dijalanan umum. ya terpaksa, sebab mereka tidak punya pilihan atau alternatif tempat untuk bermain. kalau dulu saya bisa bebas berlarian dan bermain ini itu bersama teman-teman saya dilapangan mulai dari bermain bola (iya, beneran, serius! temen-temen saya kebanyakan cowok dulu), main benteng, galaksin, petak umpet, dll yang membutuhkan tenaga dan kecepatan lari (DULU GUE MASIH BISA LARI, PUAS PUAS??). oke cukup ngebahas masa kecil saya. balik ke nasib anak-anak ini,  coba liat anak-anak sekarang buat nyari lapangan yang  ukuran 2×3 m aja susah (sereem amat yak ukurannya) apalagi buat punya lapangan bermain yang luas dan dengan fasilitas yang memadai (masih mimpi). kana kiri isinya kontrakan 10 pintu atau rumah yang menjulang 2 atau 3 lantai. di daerah rumah juga udah ga ada lapangan ‘ngangur’ lagi. ada tanah kosong tapi dijadikan lahan parkir oleh yang punya. kasian sekali nasib adik-adik ini yah… eh iya saya iseng tanya ke mereka, kamu mau ga dibuatin lapangan bola biar main bolanya ga dijalanan seperti ini??? mereka kompak menjawab MAAAUUUUU…. saya senyum liat mereka semangat gitu. tapi pikiran saya langsung terhenti, saya coba bicara dalam hati, “eh, tunggu-tunggu siapa yg mau ngerelain tanahnya buat bikin lapangan anak-anak dijaman yang egois ini???” *NGEK!*. ternyata saya memberikan harapan yang palsu sama adik-adik ini….

ayo siapa yang mau membagikan dan menyumbangkan lahan untuk fasilitas mereka bermain?????? *sembahsujud*

-SS-

Lagu ‘We are The Champions’ Representasi Kaum Gay?

mungkin ini bukan berita baru tapi ga sengaja waktu sedang cari-cari jurnal untuk tugas kuliah di internet saya menemukan sebuah skripsi yang ditulis oleh Sylvina Sari Dewi pada tahun 2008. judulnya membuat saya tertarik. ‘Representasi Kehidupan Kaum Gay dalam Teks Lagu We are the Chanpions’. saya sempat menyakinkan diri sendiri bahwa yang dimaksud oleh penulis skripsi itu adalah lagu ‘We are the Champions’ milik Band Rock asal Inggris, Queen. lagu yang sering diputar atau diperdengarkan disaat-saat pesta olahraga. lagu ini memang identik dengan sportivitas dan perjuangan pada pertandingan olahraga. tidak disangka dibalik lirik-liriknya itu tersimpan makna lain.

lagu We are the Champions adalah lagu balada yang diciptakan oleh Freddie Mercury untuk album band Queen berjudul “News of the World” pada tahun 1977. lagu ini menjadi lagu ‘legend’ dan dikenal baik oleh masyarakat dunia khususnya untuk ceremony kemenangan suatu pertandingan olahraga. lagu ini pernah dikumandangkan dibeberapa event yaitu di final World Cup tahun 2006, saat itu Italia yang memenangkannya, lagu ini juga menjadi lagu penutup film A Knight’s Tale (2001), dalam pertandingan Super Bowl XLI pada 4 Februari 2007 di Miami, Florida. dibawah ini adalah lirik lagu We are the Champions karya Freddie Mercury:

I’ve paid my dues, time after time

I’ve done my sentence, but committed no crime

And bad mistakes, I’ve made a few

I’ve had my share of sand kicked in my face, but I’ve come through
We are the champions-my friends

And we’ll keep on fighting till the end

We are the champions, we are the champions

No time for losers

Cause we are the champions, of the world

I’ve taken my bows, and my curtain calls

You brought me fame and fortune, and everything that goes with it

I thank you all

But it’s been no bed of roses, no pleasure cruise

I consider it a challenge before the whole human race, and I ain’t gonna lose

We are the champions, my friends

And we’ll keep on fighting till the end

We are the champions, we are the champions

No time for losers

Cause we are the champions of the world

dalam beberapa lirik lagu ini mengandung arti konotasi yang mengarah kepada kaum Gay. seperti yang kita ketahui, Freddie Mercury adalah seorang biseksual. contohnya saja pada lirik awalnya.

I’ve  paid my dues diartikan sebagai aku telah membayar hutangku. dalam arti konotasi kalimat ini berarti tentang sesuatu hukuman yang harus dibayar.

we are the champions, my friend diartikan sebagai kita adalah pemenang, temanku. kata ‘champions’ dikonotasikan bukan hanya sekedar pada pemenang pada pertandingan olahraga tetapi juga mengartikan seseorang yang berjuang untuk sesuatu, atau berbicara untuk mendukung sesuatu yang sesuatu orang atau kelompok percaya atau yakini.

but it’s been no bed of roses  arti konotasinya adalah sudah tidak ada lag kehidupan yang mewah. yang menarik adalah penggunaan kata roses dalam lirik ini. bunga mawar dapat diartikan sebagai simbol paling kuat dalam cinta dan dianggap bungan suci. ada juga yang meyakini bahwa bunga mawar adalah simbol seksualitas, terdapat suatu hubungan yang terjadi antara bungan mawar dan skandal seks terutama gay seks.

itu adalah beberapa uraian tentang arti dibalik lirik lagu yang familiar dan sering kita dengar. kesimpulannya adalah lagu We are the Champions ini adalah lagu yang dapat menggambarkan tentang perasaan dan bagaimana perjuangan kaum gay di Inggris khususnya, untuk dapat diterima oleh masyarakat umum. mereka ditindas, mengalami penganiayaan dan diskriminasi sehingga mereka harus menutupi jati diri mereka. pada tahun 1970-an terjadi pergerakan atau peristiwa yang dikenal dengan Gay Liberation. peristiwa ini membawa angin segar bagi kaum gay untuk mengekspresikan diri mereka dilingkungan masyarakat tanpa hidup dengan ‘kepura-puraan’ dan takut.

NB : sebagian posting-an ini saya kutip dari skripsi yang ditulis oleh Sylvina Sari Dewi.

Pergi ke Perpustakaan Yuuukk..!!!

dua minggu belakangan ini saya sedang disibukkan dengan tugas akhir untuk UAS disemester 4. tugasnya ga main-main nih, penelitian! jadi harus menguras otak juga ngerjainnya. hal tersebut akhirnya mengharuskan saya untuk pergi ke perpus sesering mungkin (tugas penelitian mengharuskan saya untuk emndapatkan reference dari buku-buku lain sebanyak mungkin agar data akurat dan nilai untuk tugas pun jadi bagus. AMIINNN!!!!). kalo udah diperpus rasanya nyaman banget kadang sampe ga kerasa udah 6 jam waktu terlewatkan gitu aja. satu meja panjang di perpus isinya buku-buku yang saya jadiin reference (ngambil-ngambil aja kebanyakan, taunya ga ada yg kepake! hahaha). kalo inget itu jadi berasa lagi nyusun skripsi deh, padahal cuma tugas buat proposal penelitian dan tugas penelitian skalanya juga kecil-kecilan.

anyway, ngomong-ngomong perpustakaan ni, dari dulu saya emang suka pergi ke perpus, entah perpus sekolah (waktu jaman SD, SMP, atau SMA) maupun perpus kampus. saya juga pernah sampe nekat-nekatan sangking penasaran dengan perpus umum di Jakarta. yang kebetulan pernah saya kunjungi adalah perpustakaan umum wilayah Jakarta Timur yang terletak di Rawa Bunga. sebelum pergi kesana, aku sempat search di ‘opa google’ letak pastinya perpus itu, jadi aku putusin untuk naik TransJakarta dari halte Kp. Rambutan samapai ke halte Kp. Melayu. setelah itu perjalanan ke perpus umum jakarta timur saya lanjutkan dengan menggunakan bajaj (waktu itu kayanya saya ditipu sama supir bajajnya, ongkos yg seharusnya 6rb-8rb saya diharuskan bayar 10rb, RUGI TAU!!). saya turun di depan sekolah SMA, tapi saya kok belum lihat bangunan perpustakaannya..? ternyata saya harus jalan sekitar 2 KM kedalam gang untuk sampai di perpustakaan. yang terlintas dalam pikiran saya adalah perasaan miris, karena perpustakaan yang notabennya adalah sumber ilmu dan jendela dunia seaakan dikesampingkan keberadaannya. akhirnya setelah berjalan selama 3 – 5 menit saya sampai juga di perpustakaan tersebut. lagi-lagi saya dikagetkan dengan banguna perpustakaan yang menurut saya kurang tertata untuk sebuah perpustakaan daerah Ibukota Loh… setelah dijelaskan prosedur untuk tamu masuk dan membaca di perpustakaan akhirnya saya bergegas ke lantai 2 (disana tempat buku-buku ditaruh). well, lagi-lagi saya dikecewakan (mungkin ekspektasi saya yang terlalu berlebihan makanya hari itu saya dibuat kecewa terus. hehhe). perpus umum itu bisa dibilang sama saja seperti perpustakaan yang ada di sekolah-sekolah SMP dan SMA bahkan kalo boleh saya bilang masih lebih bangus perpustakaan sekolah SMA saya (ini subjektifitas saya saja). orang yang berkunjung untuk membaca atau sekedar meminjam buku pun saya rasa hanya masyarakat disekitar perpus itu berada. kebnayakan anak-anak sekitar umur 8-12 tahun yang kesana. (mohon maaf saya tidak bisa memberikan gambar tentang isi perpustakaan karena sebelum menulis posting-an ini photonya tidak sengaja dihapus).

perpustakaan kedua adalah perpustakaan nasional yang terletak di jalan salemba. waktu itu saya pergi kesana beramai-ramai bersama teman-teman saya. kebetulan saat itu ada tugas yang mengharuskan kami untuk pergi kesana. saat masuk ke sana hal berbeda pun saya rasakan jelas jauh berbeda pada saat saya masuk ke perpus umum di daerah Rawa Bunga. perpustakaan ini jau lebih tertata, nyaman, kolleksi bukunya juga boleh dibilang hampir lengkap. jadi tidak ada kekecewaan yang saya rasakan saat di perpusnas. klik info perpusnas www.pnri.go.id/

perpus ketiga yang saya kunjungi adalah di LIPI. seperti perpusnas LIPI juga mempunyai koleksi buku yang cukup lengkap. pengunjung yang sering dan ramai datang adalah mahasiswa/i dari berbagai universitas di sekitar Jakarta yang mencari reference buku atau jurnal penelitian. yang saya paling suka di LIPI adalah ada satu lantai yang dikhususkan sebagai penyimpanan arsip/ penelitian yang berkaitan dengan gender dan feminisme tapi sayangnya saya belum bisa berlama-lama di lantai tersebut untuk mengeksplor buku dan jurnal apa saja yang bisa saya dapatkan (next time harus!!!!!!).

sekian pengalama dari saya. sebenarnya kunjungan ke 3 perpus itu belum seberapa, mungkin teman-teman yang lain ada ynag sudah melanglang buana pergi ke berbagai perpus lebih dari saya… ya kan? ini sifatnya hanya share saja, tanpa mengurangi rasa hormat (kok jadi resmi gini bahasanya?? hehehe).

mungkin teman-teman ada pengalaman seputar perpus yang pernah kalian kunjungi atau mau merekomendasikan perpus mana yang layak untuk didatangi???? silakan ditunggu comment-commentnya… ^^

-SS-

Archives