KWACI, I’M IN LOVE!!!!!!!

lagi kegandrungan sama kuaci. cemilan yang satu itu bikin ketagihan. sebulan ini saya selalu ditemani sama kuaci. dari bangun tidur (sumpah demi apapun belom gosok gigi langsung nyemilin kuaci) sampe mau tidur tetep gigitin kuaci. mungkin arwah hamster penasaran sedang masuk di tubuh saya (maksud lo?!). sampe pergantian tahun pun makanan yang jadi menu wajib adalah kuaci, jagung bakar atau ayam bakar mah lewat. sampe-sampe malam tahun baru saya, adik saya dan sepupu bikin lomba siapa yang bisa ngupas kulit kuaci paling cepet. lalalalala… lumayan bisa ngilangin bete karena ga ada acara apa-apa pas malem tahun baru kemaren (ngenes!) hahaha. Suatu siang saya kepikiran buat nyari tau asal muasal kuaci yang begitu bikin saya OD ini. akhirnya setelah tanya ke opa google, dapetlah artikel tentang asal muasal kuaci dan manfaatnya bagi tubuh

Kuaci berasal dari biji tanaman bunga matahari. Tanaman yang berasal dari Meksiko dan Peru ini sejak tahun 1700 menyebar ke banyak negara. Tanaman bunga tersebut kemudian dibudidayakan secara besar-besaran di Jerman, Perancis, Rumania, Bulgaria, Rusia, Hongaria, dan Amerika Serikat. Tanaman bunga matahari masuk ke kawasan Indonesia sekitar tahun 1907, diperkenalkan oleh para ahli pertanian Belanda. Masyarakat Sunda dan Jawa menyebut bunga matahari sebagai bunga srangenge.
Mulanya tanaman bunga matahari dibudidayakan sebagai tanaman hias. Belakangan bijinya dimanfaatkan sebagai kuaci dan sumber minyak untuk produk kosmetika. Sentra budi daya tanaman bunga matahari berada di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Proses pembuatan kuaci sesungguhnya sederhana saja. Secara tradisional kuaci dibuat dengan prinsip pengeringan dan penyangraian. Pengeringan dapat dilakukan dengan sinar matahari atau menggunakan oven. Tujuan dari proses pengeringan tersebut adalah untuk menurunkan kadar air, sehingga biji menjadi awet untuk disimpan lama pada suhu kamar.
Selanjutnya proses penyangraian bertujuan untuk memberikan aroma sedap pada biji. Penambahan garam dalam pembuatan kuaci dimaksudkan untuk memberikan rasa gurih dan meningkatkan daya awet. Selain garam, pada pembuatan kuaci juga sering ditambahkan bumbu agar menjadi lebih sedap

Bunga Matahari, salah satu camilan yang sehat adalah kuaci, walaupun taktik jitu diperlukan saat mengonsumsi agar garam tidak ikut termakan. Yang lebih menarik ialah bahwa zat-zat gizi yang ada di dalam kuaci mampu menangkal kanker, hipertensi, dan menurunkan kadar kolesterol jahat. Kuaci merupakan biji buah semangka (Citrullus vulgaris), bunga matahari (Helianthus annuus), labu kuning atau waluh (Cucurbita moschata), serta labu jenis lainnya yang telah melewati berbagai proses pengolahan. Bagian terpenting kuaci adalah kotiledon, yaitu bagian dalam biji yang enak dimakan sebagai kudapan yang bernilai gizi tinggi. Selama ini kuaci identik sebagai produk dari Cina. Sebenarnya Indonesia memiliki potensi besar mengembangkan kuaci sebagai alternatif pemanfaatan biji semangka dan waluh untuk dijadikan makanan yang dapat dijual dan menghasilkan uang.

nah kebuktikan kalo cemilan ini banyak banget manfaatnya. jadi makanlah kuaci sesering dan sebanyak mungkin (pembelaan diri). anyway, berhubung stock kuaci dirumah udah abis, kayanya saya musti buru-buru ngacir ke supermarket buat beli.. dadaaahhh….. selamet ngemil!

Advertisements

Starting a New Day!

hemm…. tanggal 1 bulan 1 di tahun yang baru 2012. sedang apa saya di tahun baru ini? adakah hal yang baru yang sedang saya lakukan? ternyata sama aja tuh. tetep duduk di depan laptop, sambil tak tik tuk pencet tuts keyboard laptop ngerjain tugas take home test untuk UAS saya. miris ditengah hiruk pikuk tahun baru, satu hari setelah tahun baru saya musti konsentrasi buat UAS semester 5 ini. fokus demi masa depan yang lebih baik. ya semoga saja tahun baru ini jadi lebih baik (harapan yang terlalu klise… hooaaaammm!)

My Poor brother!

Semalem abis kemana? ngapain aja? dimana kamu menghabiskan pergantian malam tahun baru? apa kembang apinya bagus? lalalalala… pertanyaan-pertanyaan itu saya lihat banyak bermunculan di timeline jejaring sosial saat saya berusaha login ke akun saya yang sudah beberapa hari memang sengaja tidak saya buka (itu semacam latihan, berharap tahun 2012 saya tidak jadi seorang yang maniak update status tiap detik. kelihatannya berhasil). well, flasback semalam sebelumnya… di tanggal 31 Desember 2011 itu intinya saya ga ngapa-ngapain. ditemani teman sejati yang ga pernah protes, ngeluh ataupun ngomel-ngomelin saya (red: TV) saya menghabiskan malam pergantian tahun baru…. kasian? iya memang saya seonggok manusia yang perlu dikasihani. maklum Fakir Cinta. lalalalala…. tapi seenggaknya ada sepupu setia saya Tessa, dan adik saya Yudha yang nemenin saya nonton sampe jam 12 malam. FYI, adik tercinta saya baru aja diputusin pacarnya tepat 5 jam sebelum pergantian tahun… dia sebenernya yang harus DIKASIHANI….

Beberapa stasiun TV isinya memutar film-film box office hollywood yang dilabeli ‘tayang perdana di TV’, beberapa lainnya menghadirkan suguhan mega konser nan megah yang disiarkan langsung dari salah satu tempat rekreasi keluarga di utara Jakarta, isinya? boyband, girlband, dan band-band yang bukan selera saya dan suguhan dari magician yang dikubur hidup-hidup didalam semen dan beton seberat 2 ton selama 12 jam, yang menurut saya menggelikan dibanding menakutkan. Mungkin cuma siaran live BPL yang bikin saya lumayan terhibur karena MU dikalahkan oleh Blackburn 2-3 di kandangnya sendiri Old Trafford. YIPPIEE…

15 menit menuju tahun 2012, liat TV, gonta ganti channel sana sini hampir semua menayangkan countdown untuk menyambut tahun baru. Hampir terlupa, kembang api! ya, mana asik ngerayain malem tahun baru tanpa kembang api.. pasti ga rame. sayangnya saya ga sempet liat kembang api yang cantik nan menakutkan itu.. saya cuma bisa denger suaranya dari kejauhan juga sorak-sorak orang yang ramai diluar. Actually, saya ga begitu suka kembang api. meskipun orang-orang bilang kembang api itu bisa buat suasana seru, romantis dan blablabla. tetep menakutkan bagi saya.

Dimana saya saat jam menunjukan pukul 00.00? bukan di halaman rumah sambil pegang kembang api seperti tahun kemarin, bukan di ruang keluarga sambil ketawa ketiwi dengan anggota keluarga. saat orang-orang bersorai ramai berteriak “HAPPY NEW YEAR” sambil meniup terompet, saya mematikan lampu kamar dan berdiam sejenak untuk merenung dan berdoa “Ya Allah, semoga apapun yang saya lakukan hari ini, besok, lusa dan bulan-bulan berikutnya Engkau selalu ada disetiap langkahku…. “. Entah kenapa, jujur saya sangat jarang melakukan hal itu. mungkin saya sudah sadar bahwa tidak pantas meniup terompet di tengah malam nan sunyi yang akan mengganggu para tetangga atau saya hanya terlalu malu karena sudah tidak pada umurnya lagi untuk bersenang-senang macam anak-anak. Ini hanya pemikiran saya yang memang sedang sendiri dan ga ada teman untuk merayakan tahun baru (intinya pembelaan diri! hehehehe…).

“the start of a new year is a good time to reflect on the many achievements of the past”

bagaimana malam tahun baru kalian?

SELAMAT MERENUNG!

NB: lagu ini mengiringi saya melewati pergantian tahun kali ini. hasilnya? mata bengkak keesokan harinya!

Archives