TELEPON SELULER SEBAGAI NEW MEDIA

New media saat ini memang sedang diminati dan berkembang pesat. Salah satu contoh dari new media yang sering digunakan adalah telepon seluler atau mobile phone. Alat komunikasi ini sebenarnya adalah pengembangan dari model telepon konvensional yang sering digunakan di rumah, namun alat ini dapat dibawa kemana saja (mobile). Seiiring dengan perkembangan teknologi dan informasi, masyarakat menginginkan perangkat yang bisa menunjuang kegiatan sehari-hari. Apalagi pada masyarakat perkotaan (modern) yang dituntun untuk  ‘update’ terhadap hal-hal atau berita-berita baru.

Telepon selulur awalnya memang berfungsi untuk melakukan dan menerima panggilan telepon. Selain itu telepon seluler juga berfungsi untuk melakukan SMS (Short Message Service). Namun pada perkembangannya, telepon seluler menjadi gadget yang multifungsi. Dalam satu perangkat telepon seluler sudah ‘dibekali’ aplikasi untuk mendengarkan lagu (MP3), memutar video, kamera, radio, dan layanan internet. Layanan dalam internet didalam telepon seluler saat ini digunakan untuk melakukan interaksi komunikasi, misalnya saja saat ini sedang maraknya media sosial (facebook dan twitter). Layanan ini sangat mudah dijangkau dan ada beberapa telepon seluler yang menjadikan media sosial tersebut sebagai aplikasi bawaan. Fungsinya apa lagi jika bukan untuk memudahkan kita untuk berinteraksi dengan teman, keluarga, dan relasi. Jadi banyak cara dilakukan untuk berkomunikasi hanya dalam satu alat saja yaitu menggunakan telepon seluler.

New media seperti telepon seluler memang menjadi sebuah alat yang sangat berpengaruh bagi kehidupan masyarakat di dunia. Hampir sebagian masyarakat perkotaan bahkan pedesaan menggunakan telepon seluler untuk menunjang kehidupan sehari-harinya. Menurut penelitian pada Akhir 2007 saja, jumlah pengguna HP di dunia mencapai 3.2 Milyar (Castell, 2008). Tentu saja dengan adanya fenomena ini ada pengaruh dan perubahan terhadap beberapa aspek kehidupan masyarakat seperti aspek ekonomi, sosial dan budaya.

Jika kita melihat pengaruh dan perubahan telepon seluler dalam aspek ekonomi tentu saja ada sisi positif dan negatifnya. Dengan kehadiran telepon seluler maka banyak bermunculan produsen-produsen pembuat telepon seluler dan provider telepon seluler sehingga secara langsung dan tidak langsung membangun lapangan kerja di sektor produksi, distribusi dan konsumsi jasa. Saat ini telepon seluler juga digunakan untuk melakukan pelayanan (service), transaksi bisnis, dan promosi. Namun disisi lain kehadiran telepon seluler juga mempunyai sisi negatif. Untuk menggunakan panggilan telepon, SMS dan internet, masyarakat diharuskan untuk membeli pulsa. Coba berapa jumlah uang yang kita keluarkan untuk membeli pulsa selama seminggu? Sebulan? Atau bahkan setahun?. Hal tersebut dapat mengarahkan masyarakat untuk hidup konsumtif.

Kehadiran telepon seluler saat ini juga memengaruh aspek sosial di masyarakat. Saat ini telepon seluler tidak hanya menjadi alat komunikasi saja bahkan telah menjadi simbol kelas bagi pemiliknya. Siapa menggunakan telepon seluler apa secara tidak langsung telah meningkatkan status pemiliknya. Hal lain yang muncul adalah seseorang yang ‘addict’ menggunakan telepon seluler cenderung menjadi individualisme, mereka bergaul dan bercakap bukan dengan teman yang berada di sampingnya, melainkan dengan orang yang berada di luar lingkungannya dengan menggunakan sarana SMS, chatting yang ada di telepon selulernya. Dengan banyaknya fitur-fitur multimedia di dalam telepon seluler, seseorang dapat mendengarkan lagu, bermain game di telepon seluler dengan menyendiri sehingga berdampak pada kecenderungan menurunnya interaksi dengan kelompok atau komunitasnya.

Dari segi aspek budaya, memengaruhi penjadwalan kegiatan pada masyarakat. Kita sering sekali lupa waktu jika sudah menggunakan telepon seluler. Ya, karena banyaknya fitur multimedia didalamnya sehingga kita dimanjakan dengan hal tersebut. Contoh lain adalah saat kita  mengobrol lewat telepon dengan teman-teman, kita sering lupa waktu. Hal  tersebut menjadikan kegiatan yang sehari-hari dilakukan misalnya seperti makan, mandi, jadwal tidur berubah seiring dengan intens-nya kita ‘berinteraksi’ dengan telepon seluler. Budaya berinteraksi secara langsung juga mulai bergeser dengan adanya telepon seluler.

-SS-


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives

%d bloggers like this: