Representasi Perempuan dalam Film “Confessions of A Shopaholic”

Jika ditanya apa hobi atau kegemaran perempuan? Maka hal yang pertama kali muncul dibenak seseorang adalah belanja. Belanja memang sering diidentikan sebagai salah satu kegiatan favorit kaum hawa. Menurut sebuah jajak pendapat terhadap 2.000 pembelanja perempuan oleh perusahaan riset pasar OnePoll.com, rata-rata perempuan menghabiskan waktu 399 jam 46 menit untuk 301 kali berbelanja untuk membeli pakaian, sepatu, buku, makanan dan perlengkapan mandi setiap tahunnya. Ditambah lagi dengan adanya stereotip dimasyarakat bahwa kaum perempuan dianggap suka bersolek, royal dan konsumtif membuat cap-cap negatif perempuan kian diperkuat. Fenomena ini yang pada akhirnya menjadikan ide cerita untuk sebuah film yang berjudul Confession of a shopaholic.

Confession of a shopaholic adalah sebuah film adaptasi dari novel yang berjudul sama karya Sophie Kinsella dengan tokoh utama yaitu Rebbeca Bloomwood. Diceritakan bahwa sang tokoh utama adalah wanita modern yang sangat kecanduan belanja dan konsumtif. Rebbeca bisa melakukan hal-hal yang nekat dan tidak biasa untuk melampiaskan nafsu belanjanya. Ia bisa saja membeli hal-hal yang menurut kebanyakan oang tidak penting, namun karena nafsu belanjanya yang tidak bisa dikontrol akhirnya ia kehabisan uang. Selama ini ia berbelanja dengan Kartu Kredit setelah kartu kresitnya melewati batas limit ia kelimpungan untuk membayar hutang kartu kreditnya tersebut, Sampai akhirnya ia harus dikejar-kejar oleh penagih hutang (debt collector).

cerita ini mungkin salah satu yang menggambarkan kehidupan atau gaya hidup wanita di film. dengan mem-visualisasikan rebbeca sebagai wanita yang ‘gila belanja’ media dalam hal ini film seakan-akan membenarkan cap-cap negatif yang selama ini di’tahtakan’ kepada wanita. walaupun diakhir film ini Rebbeca menyadari bahwa semua yang ia perbuat saat itu salah namun ‘citra’ atau ‘cap’ itu sudah melekat dengan sendirinya dalam film ini. yang menarik bagi saya adalah tulisan dalam poster film ini yaitu : A New Job? Hopefully!, A New Man? Possibly ; A new Handbag? Absolutely!, makinmempertegas bahwa belanja adalah kebutuhan yang mendasar bagi perempuan melebihi pekerjaan atau bahkan pasangan hidup ( Woowww…  !!!). Sebenarnya bagaimana representasi perempuan di media massa atau lebih khususnya dalam film ini? dan seberapa besarkan pengaruh media massa dalam menciptakan ‘cap-cap negatif’ terhadap perempuan? pertanyaan ini masih harus saya kaji dan teliti lagi…….

semoga tulisan diatas dapat membuka mata kita tentang begitu kuat dan perkasanya media massa dalam memberikan citra atau merepresentasikan sesuatu kepada masyarakat…

mungkin bagi yang sebelumnya telah menonton film “CONFESSION OF A SHOPAHOLIC” bisa share kepada saya bagaimana pendapat kalian tentang representasi perempuan di dalam film ini.. thanks a lot…^^

-SS-

2 Comments (+add yours?)

  1. annisa fitri
    Sep 06, 2011 @ 19:36:12

    aku suka belanja… shopaholic.. i like is shopaholic

    Reply

  2. sleviblog
    Nov 24, 2011 @ 17:30:34

    iya sudah bawaan lahir ya perempuan suka belanja. tapi harus dalam batasan yang wajar ya annisa… Thanks for comment. salam kenal.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives

%d bloggers like this: