Postman To Heaven : A Letter To My Dear DAD.

harus mulai darimana cerita ini……. well, mungkin yang saya ingat dari sosok papa adalah pribadi yang tegas, sangat memegang prinsip, dan pekerja keras. kami sudah tidak ‘bertemu’ sejak November tahun 2005. papa meninggalkan kami (red: mama, aku dan yudha) begitu tiba-tiba. rasanya hari ini kangen sekali, ingin bertemu papa dan cerita segala macam pengalaman yang aku dapat semejak Beliau tidak ada di dunia. mungki saja papa tau tiap detik dan menit yang aku, mama dan Yudha lewati di sini. mugkin Beliau ‘diam-diam’ tanpa kami tau melihat segala aktifitas yang kami lakukan (termasuk saat saya dan Yudha membantah mama dan sering berkelahi). pasti papa sedih dan kecewa.

waktu kami (saya da Yudha– adikku) kecil, kami tidak diajarkan untuk menjadi anak yang manja yang segala permintaannya dikabulkan oleh kedua orang tua kami. kami diajarkan untuk mandiri, disiplin dan tidak manja. papa sering bilang dan masih saya ingat sampai sekarang, “kalau ingin apa-apa harus usaha dulu, tanpa usaha ga mungkin keinginan kita terkabul”. heem… tambah kangen sama papa. Papa juga termasuk orangtua yang tegas, disiplin dan sedikit galak (tapi itu yang saya kangenin dari papa). waktu kami TK dan SD kami punya jadwal khusus untuk belajar yaitu sekitar pukul 18.00. di jam itu kami harus belajar tanpa diganggu oleh suara TV sampai pukul 20.00 (biasanya mama yang ‘tersiksa’ karena ga bisa nonton sinetron. hehehe). selama kami belajar biasanya papa memperhatikan dan mengajarkan kami berhitung, membaca dan menulis. walaupun mungkin beliau capek karena seharian bekerja tapi papa tidak pernah absen dan mengeluh untuk menemani kami belajar. oia, biasanya papa ditemani ‘senjata’ andalannya saat memperhatikan kami belajar yaitu penggaris sekitar 30cm yang digunakannya jika kami mulai malas-malasan belajar dan salah dalam menajawab pertanyaan yang diajukan papa (biasanya yang sering dapat hukuman ini si Yudha tuh, dia bebel kalo diajarin dan disuruh belajar. ketauan kan sampe sekarang. hehehe). hasilnya, aku sudah bisa membaca dan berhitung saat TK sedangkan teman-temang saya saat itu baru menghafal huruf alphabet. it’s because of you DAD!.

biasanya papa sering memberikan kami ‘reward’ atau hadiah saat akhir triwulan (sewaktu SD masih hitungan Triwulan bukan semester). biasanya jika saya ranking 1-3 akan diberikan hadiah yang sedang kami inginkan. alhamdulilah dari kelas 1 sampai kelas 6 SD saya ranking 1 teruuss.. (sombong dikit sih boleh. hehehe). Hadiah yang papa berikan yang masih saya ingat yaitu tamagochi warna hijau tosca yang aku kasih nama GOGO (sekarang ga tau dimana, udah ilang). walkman Sony yang lagi aku pengenin banget saat itu, buku bacaan, tas Micky Mouse, dan sepatu. tapi yang paling sering papa suka beliin buku bacaan untuk aku. Do you know how much i miss YOU, DAD!

cerita lainya adalah saat minggu-minggu menjelang Idul Fitri kami sekeluarga pergi untuk mencari barang-barang yang nantinya akan digunakan di hari nan Fitri tersebut (belanja a.k.a shoping maksudnya. hohoho). biasanya kami pergi ke pusat perbelanjaan pagi-pagi sekitar pukul 8, kalau kata papa sih biar ga kehabisan dan biar belum banyak orang supaya bisa leluasa milihnya. hehehe. pernah sekali kami pergi pukul 8 ke pusat perbelanjaan eh pas nyampe ditempat mall tersebut belum buka, hasilnya kita nunggu di tangga depan mall sekitar 2 jam. hahaha.. papa sih pagi-pagi banget jalannya. saat kami masih SD biasanya pakaiannya masih dipilihin sama papa mama, tapi beranjak besar kami dibebaskan untuk membeli baju sesuai keinginan kami. oia satu lagi kebiasaan menjelang Idul Fitri yaitu beres-beres rumah. ngelap kaca, ngepel, nyapu, beres ruang tamu, dll itu KUDU alias wajib dilaksanain. kadang aku suka boong sama papa, aku bilang ada tugas di sekolah atau ada kerja kelompok ke rumah teman biar ga ikutan ‘kerja bakti’ beres-beres rumah. (keliatan kan dari kecil udah males. hehehe). I’m So Sorry, DAD!

dari kecil kalau ditanya sama siapapun ‘saya anak siapa?’, pasti selalu saya jawab ‘saya ini anak papa’ (mama sedih ga ya dulu, abis masih kecil jadi masih innocent). itu tanda sangat dekatnya aku sama papa. bahkan kadang Yudha suka envy, kata dia apapun yang saya inginkan pasti dikabulin sama papa. minta ini langsung dibeliin, minta itu besok ada. (emang iya ya? perasaanmu aja DIK!). kalau kata tante dan keluarga saya, aku anak papa– sedangkan Yudha anak mama (cuma lucu-lucuan aja sih).

itu sebagian kecil cerita tentang papa, biarpun papa ga sama kita lagi tapi kami akan selalu ingat papa. doa untuk papa dan berusaha jadi anak kebanggaan papa dan mama.

Pah, I JUST MISS YOU SO BAD…!!!! WE MISS YOU…….

kangen….. nyesel waktu dulu papa masih sama-sama, epi ga pernah ngucapin SAYANG dan BANGGA nya epi punya orang tua kaya PAPA (yang sayang keuarga, pekerja keras,) secara langsung karena papa tau kan epi kadang susah ngungkapin perasaan epi ke orang. semoga papa tau sekarang gimana bangganya aku punya papa seperti papa. meskipun kita ga diizinkan bareng-bareng lama di dunia semoga nanti dialam yang kekal kita dipertemukan dan bisa sama-sama lagi.

*BIG HUG*

your Daughter

HAPPY FATHERS DAY

-SS-

2 Comments (+add yours?)

  1. ita
    Jul 02, 2011 @ 23:54:22

    nice… ngga aneh kalo anaknya begini. Keep on moving Epi, always make him proud. Terus menulis.🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives

%d bloggers like this: