Find Me Some Books

hooraaaayyy.. waktunya shoping shoping. eeiiittsss.. jangan komat kamit mau sumpah serapah dulu. shopingnya mulia kok, BELI BUKU. hehehhe… hari ini cuma dalam  30 menit udah ada 4 buku di tas belanjaan.. (emng udah di tulis sih list buku apa yang mau dibeli).

Pertama nginjakin kaki ke toko buku, saya langsung bergegas ke komputer katalog buat nyari judul buku yang mau saya beli. first target yaitu ‘the time traveler’s wife’ karya Audrey Niffenegger. ga tau kenapa semenjak nonton filmnya duluan eh saya jatuh cinta sama ceritanya makanya penasaran sampe ke ubun-ubun mau baca novelnya. and finally ketemu dan bisa beli juga bukunya. hehehe.. *senyumkemenangan*. buku ini mengisahkan tentang Henry De Tamble yang memiliki “kemampuan” menjelajahi waktu. Ia bisa tiba-tiba menghilang dan muncul di tempat yang tak dikenalinya sepuluh tahun yang lalu atau yang akan datang. Saat berpindah-pindah waktu inilah ia bertemu Clare Abshire, anak perempuan yang tinggal di Michigan, dan terjadilah kisah cinta yang indah hingga ajal memisahkan mereka. (romantis, bikin panas dingin *loh?!), Masalah timbul, karena saat usia Henry maju-mundur sesuai lokasinya di dalam waktu, usia Clare bertambah terus dengan normal.

Target kedua yaitu nyari bukunya Indra Herlambang (he’s one of my favorite writer and celebrity) yang judulnya ‘Kicau Kacau – Curahan Hati Penulis Galau’, buku ini adalah kumpulan dari twit Indra di Twitter. seperti judulnya Indra Herlambang emang suka kacau kalau lagi nge-twit, terkesan ga menggurui tapi kalimatnya ‘ngena’ (kasih hastag ah #eeeaaa). Indra membahas sesuatu yang sederhana seperti celana dalam hingga yang serius seperti kematian. Kesan galau yang diciptakan oleh Indra Herlambang dibuku ini merupakan kegelisahannya akan semua hal yang terjadi di lingkungannya. Sebuah pencarian dan keinginan untuk berkembang agar tidak stagnan ingin diciptakan oleh Indra melalui bukunya yang galau ini. “Semua orang harus galau,” seru Indra

Target ketiga yaitu buku yang berjudul ‘The Man Who Loved Books Too Much’ karya  Allison Hoover Bartlett. buku ini menjadi salah satu buku terbaik versi Library Journal itu yang buat saya penasaran juga buat baca buku ini. Apa yang sanggup kaulakukan demi cintamu pada buku? Bagi John Charles Gilkey, jawabannya: masuk penjara. Gilkey, si pencuri buku yang tak pernah bertobat, telah mencuri buku-buku langka dari seluruh penjuru negeri. Namun, tak seperti kebanyakan pencuri yang mencuri demi keuntungan, Gilkey mencuri demi cinta: cinta pada buku. Barangkali, sama obsesifnya dengan Gilkey adalah Ken Sanders, seseorang yang menyebut dirinya “bibliodick” (penjual buku yang merangkap sebagai detektif) dan sangat ingin menangkap si pencuri. Sanders—seumur hidup menjadi kolektor dan penjual buku langka berubah menjadi detektif amatir—tak akan berhenti memburu si pencuri yang mengacaukan perdagangannya.

Dan ternyata ada tambahan buku lagi (yang sedikit meleset dari target tadinya cuma 3 buku aja), itu berkat ke-kalap-an saya kalo udah jalan-jalan ke toko buku (jangan ditiru ya teman-teman). buku tambahan yang saya beli judulnya ‘bersiap mempelajari kajian komunikasi’, berhubung saya mahasisiwi komunikasi adalah ‘keharusan’ buat baca-baca buku yang berbau komunikasi (sookk.. hahaha). dan berhubung saya milih jurusan media studies buku ini saya rasa bisa menunjang kuliah saya nantinya. Buku ini mengasumsikan ketiadaan pengetahuan dalam bidang Kajian Komunikasi pada pembaca. Bagi mahasiswa yang belum pernah mempelajari Kajian Komunikasi sebelumnya, buku ini menawarkan gagasan tentang apa yang harus dipersiapkan dan dilakukan. Bagi mahasiswa yang tengah mempelajari Kajian Komunikasi atau Media di Sekolah Tinggi atau Perguruan Tinggi, buku ini menyuguhkan bantuan pembelajaran yang padat dan komprehensif. Bagian Satu berisi rangkuman materi Kajian Komunikasi, pemaparan pelbagai pendekatan yang kini digunakan, pelbagai teori tentang Komunikasi yang diajarkan, Perangkat Alat Kajian Komunikasi, serta Pendekatan untuk memahami pelbagai objek kajian teori-teori tersebut: semiotika, analisis wacana, konstruksionisme, retorika visual, materialisme historis, psikoanalisis, kritisisme gender (mencakup feminisme, post-feminisme, dan teori homoseksualitas), strukturalisme dan post-strukturalisme, post-modernisme, dan poskolonialisme. Bagian Dua membahas pelbagai kecakapan belajar untuk program sarjana komunikasi—tingkat pembacaan yang diharuskan, jenis-jenis tugas dan penilaian, manajemen waktu, cara menggunakan tutorial, membuat catatan dalam perkuliahan, pelbagai kecakapan menulis dan revisi untuk ujian dan cara lulus ujian (termasuk “model-model” pertanyaan dan jawaban ujian). Will Barton adalah Dosen Senior Komunikasi, Media, dan Cultural Studies pada Coventry School of Art and Design. Andrew Beck adalah Dosen Kepala Komunikasi Terapan di Coventry School of Art and Design.

itulah sedikit kekalapan saya di toko buku (harap maklum udah berbulan-bulan ga beli buku). dimohon pengertian dan keikhlasannya *loh?!* hehehhe…

oia, saya mau mulai baca dari The Time Traveler’s Wife dulu. kalo udah selesai baca nanti di  posting-posting lagi deh yaaa…..

semoga keempat buku tadi bisa jadi referensi temans-temans untuk beli buku…

-SS-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives

%d bloggers like this: