Film Asing Box Office Segera Beredar Lagi? Angin Segar Bagi Penikmat Film.

Pemerintah memastikan film-film asing Box Office akan beredar kembali di Indonesia meski importir film Motion Picture Association (MPA) belum membayar tunggakan bea masuk kepada pemerintah.

 Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik usai rapat internal di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis mengatakan, pemerintah mendahulukan film-film asing agar bisa masuk kembali ke Indonesia sedangkan masalah tunggakan pajak bisa diselesaikan melalui mekanisme lain.

“Datang dulu filmnya, itu urusan perpajakan kan ada pengadilannya. Target kita film masuk dulu normal, karena itu yang diminta,” ujar Jero.

Dengan demikian, lanjut dia, gedung-gedung bioskop pun kembali ramai sehingga terhindar dari kebangkrutan. Jero menjelaskan para importir boleh kembali memasukkan film-film asing setelah Kementerian Keuangan pada pekan depan mengeluarkan Surat Keputusan yang memperbaharui pajak impor film asing.

“Semua boleh impor menunggu SK itu. Kalau itu sudah keluar, semua film hollywood bisa masuk lagi. Itu target kita sehingga gedung bioskop ramai lagi,” katanya.

SK itu pada prinsipnya menyederhanakan pajak impor film asing menjadi satu macam saja yang disebut pajak spesifik. Tadinya, pemerintah memberlakukan tiga jenis pajak untuk impor film asing, yaitu Pajak Pertambahan Nilai (PPN), pajak royalti, dan pembayaran bea masuk.

Meski demikan, Jero memastikan nominal pajak tersebut akan lebih besar dari yang sebelumnya dikenakan oleh pemerintah kepada para importir.

“Dulu sudah terlalu lama pajaknya kecil, sekarang dinaikkan. Importirnya mau, malah mereka yang mengusulkan kalau sekian cocok sudah,” ujarnya.

Namun, Jero tidak bisa menyebutkan besaran pajak tersebut dengan alasan lupa.

Saat ini, baru satu dari tiga importir film asing yang melunasi tagihan bea masuk sebesar Rp9 miliar, yaitu PT Amero Mitra.

Namun, perusahaan tersebut khusus mengimpor film-film non MPA (Motion Pictures Association).

Sedangkan dua perusahaan lagi yang mengimpor film-film MPA yang tergolong box office, yaitu PT Camila Internusa dan PT Satrya Perkasa Estetika belum melunasi tagihan bea masuk impor film termasuk pembayaran dendanya.

Menurut Jero, sampai saat ini Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan belum berencana menuntut perusahaan tersebut ke pengadilan pajak.

Sumber metrotvnews.com

MY NOTE :

kebijakan yang saat ini dibuat oleh pemerintah sebenarnya akan menjadi boomerang sendiri. lihat saja bioskop-bioskop jadi sepi pengunjung karena tidak bisa dipungkiri film-film asing masih menjadi magnet untuk menarik minat penonton terlebih film-film Indonesia saat ini belum melepaskan genre film horor yang dibalut dengan sex. Dilema dan Ironis. dan semoga janji pemerintah yang berniat untuk menaikan pajak film asing agar bisa memajukan perfilman dalam negeri bisa tercapai, untuk sekian kalinya semoga ini bukan hanya wacana tapi dapat terealisasikan, sebab perfilman tanpa adanya dukungan (materi dan non materi) dari pemerintah tidak akan bisa berjalan. kita lihat saja perfilman di Jepang, Korea Selatan, dan Thailand pemerintah 100 % membantu insan filmnya untuk berkarya sekreatif mungkin agar bisa mengahsilkan film-film yang berkualitas. negara tetangga kita aja bisa, kenapa kita ga bisa?! ya kan?

(masih berharap Harry Potter and The Deadly Hallows Part 2 bisa tayang di Indonesia). Semoga. hehehhe…

-SS-

Harry Potter and Voldemort

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives

%d bloggers like this: