Anehnya Judul Film Nasional. *eh?!*

Bagi sebagian besar penonton film, hal yang biasa dilihat sebelum menonton adalah judul filmnya, karena biasanya judul itu adalah cerminan dari keseluruhan isi dari filmnya. Tapi, belakangan ini rasanya judul film tidak terlalu penting, yang penting judulnya kontroversi dan heboh dan kebanyakan tidak ada benang merahnya dengan tema dan isi film. Jika saya bertanya apakah kalian sering lihat poster film yang judulnya bikin geleng-geleng kepala? aneh dan ga masuk logika? heeemm…. saya rasa PASTI kebanyakan dari kalian sering melihat hal tersbut apalagi belakang ini. well guys, ternyata hal ini bukan terjadi dijaman sekarang (kisaran tahun 2000-2011 saja), tapi udah dari dulu-dulu alias film jadul Indonesia. Dimulai sejak tahun 1980-an, judul-judul film Indonesia mulai aneh-aneh. Seperti Nafsu Gila, Nafsu Besar Tenaga Kurang, Ganasnya Nafsu, Goyang Sampai Tua, Saat Saat Kau Berbaring Didadaku, Gairah Yang Nakal. Puncaknya, judul-judul film beraroma seks ada pada sekitar tahun 1990-an. Seperti Ranjang Yang Ternoda, Ranjang Pemikat, Godaan Membara, Wanita Dalam Gairah, Permainan Binal, Getaran Nafsu, Gairah Yang Panas, Bisikan Nafsu, Gadis Erotik, Gejolak Seksual, Puncak Kenikmatan (bacanya aja serem.. hahahha). baru pada tahun 2000-an adalah beberapa judul film yang ‘mendingan’, enak didenger dan ‘intelek’ seperti Petualangan Sherina, Bintang Jatuh, Bunga, Ada Apa Dengan Cinta, Biola Tak Berdawai, Pasir Berbisik, Tangisan Bidadari, Gie. Namun, pada tahun 2008 ‘krisis’ judul film Indonesia kembali merebak terutama film yang bertema horor. Seperti Hantu Jeruk Purut,  Dendam Pocong, Leak, Terowongan Casablanca, Ada Hantu Disekolah. Sampai saat ini, film-film sejenis itu, masih berkeliaran di belantika perfilman Indonesia. Seperti Paku Kuntilanak, Suster Ngesot, Kutukan Suster Ngesot, Tali Pocong Perawan, Susuk Pocong, Diperkosa Setan, Rintihan Arwan Perawan, Kain Kafan Perawan. Suster Keramas, Pocong Mandi Goyang Pinggul, sampai yag terbaru adalah Pelet Kuntilanak. (eeerrrr… liat dan dengernya aja males, apalagi nonton. hehehhe).

sayangnya Lembaga Sensor Film berdalih tidak ada wewenang untuk menyensor judul film yang ‘aneh bin ajaib’ yang selama ini beredar. dengan merujuk kepada Undang-Undang Perfilman yang baru (Nomor 33, Tahun 2009) Bab VI tentang Sensor Film Pasal 57 ayat 2 dijelaskan

  • penelitian dan penilaian tema, gambar, adegan, suara, dan teks terjemahan suatu film yang akan diedarkan dan/ataudipertunjukkan kepada khalayak umum;
  • Penentuan kelayakan film dan iklan film untuk diedarkan dan/atau dipertunjukkan kepada khalayak umum; dan
  • Penentuan penggolongan usia penonton film.

dalam ayat ini tidak dijelaskan hak LSF untuk meneliti dan memberi penilaian tentang judul film. oleh karena itu jangan heran jika film-film yang judulnya ‘aneh bin ajaib’ itu beredar ke masyarakat. padahal dalam pasal yang sama ayat 3 dijelaskan maksud dari penyensoran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan dengan prinsip memberikan perlindungan kepada masyarakat dari pengaruh negatif film dan iklan film. (kalo situasinya seperti ini, perlindungan seperti apa ya yang dillakukan LSF??? *mikir*). mungkin ada perlunya untuk merevisi UU Perfiman tersebut..?!

-SS-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives

%d bloggers like this: